5 VAKSIN YANG WAJIB DI DAPATKAN ORANG DEWASA

0
532

1. Vaksin HPV (Gardasil 9)

 

Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Vaksin HPV umumnya diberikan kepada perempuan sebelum aktif melakukan hubungan seksual. Akan tetapi, vaksin ini juga dapat diberikan kepada laki-laki untuk lebih melindungi pasangannya dari terkena infeksi HPV.

Virus HPV dapat menyebabkan infeksi pada kulit, menimbulkan kutil kelamin, serta menyebabkan kanker. Kanker yang disebabkan oleh HPV dapat berupa kanker serviks, vulva, vagina, penis, dan anus. HPV juga dapat menyebabkan kanker pada bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel, yang disebut juga kanker orofaring. HPV menyebar melalui hubungan seksual, termasuk melalui seks oral.

 

2. Vaksin TDAP

Baru-baru ini, penyakit difetri kembali mewabah di Indonesia. Difteri sebenarnya merupakan penyakit lama dan sudah ada vaksin penangkalnya yang disebut dengan vaksin DPT. Tapi, difteri ini kembali menyerang orang dewasa yang sudah pernah mendapatkan vaksin difteri sejak kecil.

Vaksin difteri untuk orang dewasa menggunakan vaksin Td/Tdap, yaitu vaksin DPT dengan reduksi antigen dan pertusis. Bedanya adalah Tdap menggunakan komponen pertusis aseluler, artinya bakteri pertusis dibuat tidak aktif sehingga jarang menyebabkan demam.

Idealnya, vaksin difteri diberikan sebanyak tiga dosis sejak usia dua tahun hingga usia 18 tahun (usia 5 tahun, 10-12 tahun, dan 18 tahun). Setelah itu, vaksin ini akan semakin efektif bila diberikan setiap 10 tahun selama seumur hidup. Mengapa? Sebab, vaksin hanya mampu memberikan perlindungan selama 10 tahun, sehingga setelah 10 tahun perlu diberikan booster atau penguat.

 

3. Vaksin Pneumokokus

vaksin PCV atau vaksin pneumokokus melindungi tubuh dari infeksi bakteri pneumokokus. Infeksi yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumoniae ini dapat mengakibatkan meningitis, pneumonia, dan septikemia (infeksi berat). Kerusakan permanen pada otak, bahkan kematian dapat terjadi pada kasus-kasus tertentu yang sangat parah.

Bakteri Streptococcus pneumoniae tinggal pada dinding hidung dan bagian belakang tenggorokan, yang dalam jumlah banyak dapat menyebabkan infeksi saluran tengah telinga, saluran pernapasan, meningitis, serta infeksi rongga sinus. Tiga puluh persen bakteri tersebut resisten terhadap antibiotik dan dapat tersebar melalui kontak fisik, bersin, dan batuk. Saat ini para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 90 jenis bakteri pneumokokus, dan 8 hingga 10 diantaranya adalah bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

 

4. Vaksin Influenza

Vaksin influenza atau vaksin flu, adalah vaksin yang melindungi tubuh kita dari influenza. Berhubung perkembangan virus influenza sangat cepat, versi baru vaksin ini akan muncul dua kali dalam setahun, dengan efektivitas yang bervariasi setiap tahunnya, kebanyakan vaksin influenza memberikan perlindungan sedang hingga tinggi terhadap influenza.

World Health Organization and Centers for Disease Control and Prevention merekomendasi hampir semua orang di atas 6 bulan untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahunnya. Terutama untuk wanita hamil, anak-anak di antara 6 bulan dan 5 tahun, orang-orang dengan kondisi penyakit lain, dan pekerja layanan kesehatan.

 

5. Vaksin Perjalanan

Ada beberapa jenis imunisasi yang harus Anda lakukan sebelum melakukan perjalanan. Sebagian besar, perjalanan yang berisiko penularan penyakit infeksi adalah perjalanan ke negara-negara berkembang. Berikut adalah jenis vaksin yang Anda butuhkan ketika Anda harus pergi ke luar negeri:

  • Vaksin meningitis
  • Vaksin japanese echepalitis
  • Vaksin hepatitis A
  • Vaksin flu
  • Vaksin campak, rubella (measles-rubella)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here