MITOS ATAU FAKTA PEMAKAIAN DEODORAN BISA SEBABKAN KANKER

0
338

Pemakaian deodoran saat ini sudah menjadi hal yang biasa dilakukan sehari-hari. Namun ada pula yang menyebutkan kebiasaan ini bisa memicu kanker. Menanggapi informasi ini, dokter spesialis kanker dari RS Mitra Keluarga Bekasi dr Wim Panggarbesi, SpB(K)Onk menjelaskan bahwa hal ini sama sekali tidak benar.

“Tidak itu, deodoran kan hanya menempel di situ saja. Saya sendiri belum pernah ketemu orang yang kanker gara-gara deodoran,” imbuh dr Wim dalam seminar ‘Multi Disciplinary Approach in Cancer Therapy in Managing Top Cancer Incident in Men & Women’ yang diadakan di RS Mitra Keluarga Bekasi, Sabtu (11/3/2017).

Selama beberapa tahun, para peneliti telah mempelajari hubungan antara zat yang disebut paraben dan kanker payudara. Paraben banyak digunakan sebagai pengawet untuk membunuh kuman pada kosmetik seperti deodorant atau antiperspirant. Peneliti telah mengetahui bahwa paraben sedikit menyerupai fungsi hormon estrogen pada wanita. Sedangkan hormon estrogen sendiri merupakan faktor risiko kanker payudara. Penelitian tahun 2004 menemukan adanya paraben dalam sampel jaringan kanker payudara, namun 99 persen paraben dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk kosmetik dan makanan.

American Cancer Society mengatakan 99 persen manusia sebenarnya terpapar oleh paraben setiap hari, namun hingga kadar tertentu bahan tersebut aman bagi manusia. Penelitian tahun 2002 juga membuktikan, tidak ada bukti peningkatan risiko kanker pada pengguna parfum dan deodoran.

 

Banyak hal yang dapat memicu kanker, tapi tidak ada bukti medis atau penelitian yang mendukung mitos ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here