APAKAH ORANG KREATIF RENTAN AKAN DEPRESI?

0
434

Menurut penelitian terbaru, 90% orang kreatif lebih berisiko mengidap penyakit mental seperti bipolar, dan depresi.

Studi yang dilakukan para peneliti dari King’s College ini menyatakan bahwa kedua penyakit mental tersebut sering dialami oleh orang-orang yang memiliki gelar di bidang seni.

Dari hasil catatan medis penduduk Swedia, diketahui bahwa mereka yang mempelajari musik, drama, dan seni lainnya secara mendalam, cenderung memiliki masalah kejiwaan.

Penelitian lainnya menunjukkan, otak orang-orang kreatif memang bekerja dengan cara yang berbeda, maka inilah yang membuat mereka rentan terhadap penyakit mental.

Dr. James McCabe, pemimpin penelitian ini, mengatakan: “Kreativitas sering melibatkan ide  atau konsep yang tidak pernah dipikirkan orang lain. Itu mirip dengan bagaimana halusinasi yang timbul dalam otak bekerja.”

Studi ini menunjukkan bahwa 62% orang-orang kreatif lebih mungkin dirawat di rumah sakit karena gangguan bipolar. Sementara, 39%-nya karena depresi. Rawat inap untuk kondisi seperti ini biasanya terjadi pada mereka yang sudah berusia 30-an.

Meskipun begitu, ada kesalahpahaman mengenai definisi orang-orang kreatif yang dimaksud dalam penelitian ini. “Saya rasa kurang ideal karena masih banyak orang-orang kreatif yang justru tidak mempelajari seni,” kata Dr. Shelley Carson, dari Harvard University.

Menurut McCabe, orang-orang yang tertarik pada hal artistik, meskipun bukan seniman juga berisiko mengalami ketidakstabilan emosi.

“Seseorang yang mudah tersentuh hatinya atau menangis ketika melihat lukisan, memiliki kepekaan artistik yang lebih tinggi. Namun, ia juga rentan terhadap depresi,” kata Dr. McCabe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here