Burung Lophorina Niedda, Masih Satu Kerabat dengan Cendrawasih Loh!!!

0
420

Burung dengan bulu yang didominasi warna hitam dengan corak biru kehijauan ini telah ditemukan hampir satu abad silam. Tepatnya, sejak tahun 1930 oleh Ernst Mayr, ahli biologi dan taksonom asal Jerman.

 

Tak hanya mengklasifikasikan Lophorina niedda, Ernst juga mengidentifikasi jenis burung Cendrawasih lainnya. Yaitu Lophorina superba dan Lophorina minor. Lophorina niedda merupakan burung endemik asli Papua.

 

Lophorina niedda tinggal di hutan hujan tropis Papua yang lebat. Tepatnya, di wilayah pegunungan dengan ketinggian 1200-2000 meter di atas permukaan laut. Namun, mereka umumnya ditemukan di ketinggian antara 1.650-1.900 mdpl.

 

Lophorina niedda membangun sarangnya di atas dahan pohon yang tinggi. Maka, jangan berharap dapat menemukan burung eksotis ini di sembarang tempat, ya!

 

Jika kita lihat, terdapat perbedaan yang kontras antara Lophorina niedda jantan dan betina. Burung betina memiliki corak yang lebih simple, dengan warna bulu coklat diselingi putih dan hitam. Sementara, pejantan tampil ‘meriah’ dengan bulu berwarna hitam legam serta diselingi corak warna biru neon.

 

Motif bulunya akan semakin unik ketika sang pejantan membentangkan sayap. Akan terlihat seperti sepasang mata dan mulut, karena mereka juga kerap disebut smiley face.

 

Corak bulu Lophorina niedda yang cantik tentu gak hanya sekadar jadi pajangan. Para pejantan menggunakannya untuk menarik perhatian betina selama musim kawin. Periode musim kawin berlangsung antara Agustus dan Januari setiap tahunnya.

 

Pertunjukkan dimulai ketika pejantan berada di hadapan betina, lalu mulai mengibaskan dan memainkan bulu-bulunya. Setelahnya, Lophorina niedda jantan akan menari-nari secara rancak. Apabila penampilannya mengimpresi betina, maka keduanya akan setuju untuk kawin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here