FAKTA MENGENAI KOTORAN PADA TELINGA YANG BELUM DIKETAHUI

0
1021

Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran. Itu tentu menjadi hal yang sangat fatal apabila tidak dirawat dengan baik. Namun, banyak orang yang salah dalam hal menjaga kebersihan telinga. Misalnya, mengorek telinga.

Selain bagian liang telinga, tugas menghalau kotoran dilakukan oleh kelenjar rambut. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen. Kita lebih melihatnya sebagai kotoran telinga yang seperti getah. Secara alamiah, kotoran pada telinga inilah yang akan menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkannya.

Orang sering salah kaprah menyangka getah pada telinga itu sebagai kotoran. Padahal, fungsinya sangatlah penting untuk membersihkan kotoran yang masuk.

Namun yang sering dilakukan orang adalah mengorek telinga. Tak banyak yang tahu, mengorek telinga justru akan mengakibatkan terdorongnya getah telinga ke bagian yang lebih dalam, yang justru bukan tempatnya.

Jika pengorekkan dilakukan terus-menerus, getah yang terdorong akan menumpuk dan tersumbat, sehingga kualitas pendengaran pun menurun karena gelombang suara tak bisa disalurkan dengan baik. Padahal sudah disebutkan bahwa kotoran yang masuk akan kering dan keluar dengan sendirinya.

Kebiasaan menggunakan alat pembersih seperti cotton bud sering disalah artikan, karena sebenarnya cotton bud berfungsi untuk membersihkan bagian daun telinga saja (bukan bagian dalamnya). Apabila kita menggunakan dengan cara mendorongnya terlalu dalam pada lubang telinga, itu justru akan mendorong kotoran tersebut kearah gendang telingamu dan celakanya lagi kotoran yang telah masuk akan sulit keluar dan malah semakin menumpuk!

Mengorek telinga juga bisa mengakibatkan benturan sebab telinga kita bersudut. Benturan ini akan mengakibatkan pembengkakan atau bahkan pendarahan. Pengorekan yang terlalu keras atau dalam juga bisa mengakibatkan trauma, ditambah dinding telinga kita yang rentan terluka.

Mungkin dari kalian ada yang pernah mengalami batuk-batuk saat mengorek kuping. Nah, hal ini disebabkan adanya refleks saraf pagus yang terdapat di dinding telinga. Saraf pagus membentang ke tenggorokan, dada sampai perut. Batuk-batuk adalah refleks yang ringan. Refleks paling berat bahkan bisa mengakibatkan kolaps. Waduh! Ngeri juga ya rupanya..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here