MENGAPA BENDERA KUNING DIJADIKAN SEBAGAI SIMBOL KEMATIAN

0
2126

Masyarakat dunia pada umumnya mengidentikkan warna hitam dengan suasana duka atau kematian. Di beberapa negara, pakaian hitam juga biasa dikenakan saat menghadiri pemakaman.

Warna gelap tersebut seolah-olah menggambarkan kesedihan dan kemuraman setelah ditinggal orang terkasih. Tradisi ini dimulai ketika Ratu Inggris, Victoria menghadiri upacara kematian suaminya, dan beliau menggunakan outfit berwarna hitam.

Sejak itu, muncul tradisi bahwa warna hitam adalah lambang dari kesedihan.

Di negara Mesir menyimbolkan kuning dengan emas, yang biasa digunakan untuk melukis mumi dan dimakamkan sebelum almarhum dikirim ke akhirat, sehingga wana kuning juga menjadi simbol untuk berkabung.

Sedangkan di beberapa daerah di Indonesia, biasanya juga menggunakan simbol warna kuning pada bendera untuk menandakan bahwa ada seseorang yang meninggal dunia.Berbeda dengan daerah sekitar Makasar, Papua, atau Kalimantan yang tetap memilih warna putih sebagai penanda kematian baik itu dari agama Islam ataupun Kristen.

Pemilihan warna kuning sebagai warna kematian ini ternyata bermula dari zaman kolonialisme Belanda. Pada zaman itu dikenal bendera persegi panjang polos berwarna kuning dengan simbol huruf Q. Bendera kuning ini merupakan penanda untuk para penderita sebuah wabah mematikan yang wajib dikarantina. Oleh karena itu, simbolnya adalah Q, berasal dari kata “Quarantine“.

Konon, di zaman itu, saking mematikannya, wabah tersebut cepat menular dan memakan banyak korban meninggal.

Nah, semenjak itu mulai banyak bendera kuning selalu terlihat di setiap kematian.

Hingga saat ini, kebiasaan itu berlanjut, meskipun sudah tidak ada wabah mematikan tersebut.

Bendera kuning pada akhirnya identik dengan kematian dan digunakan untuk menandai kematian seseorang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here