BOKEK DAPAT MENYEBABKAN PENYAKIT JANTUNG

0
2419

Dalam studi yang dituliskan dalam jurnal Circulation, ilmuwan mengumpulkan data dari hampir 4.000 orang selama 15 tahun, mulai dari mereka berusia 23 tahun hingga 35 tahun. Mereka ditanyakan tentang pendapatan di awal penelitian dan lebih dari empat kali dianalisis tentang rekam medis untuk jantung dan kematian.

Selama periode tersebut, peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami lebih banyak perubahan penghasilan (lebih banyak penurunan) memiliki risiko masalah jantung dua kali lebih tinggi, dan hampir berisiko kematian dua kali lipat dibanding mereka yang memiliki penghasilan tetap.

Penelitian ini memfokuskan pada orang yang telah kehilangan 25 persen atau lebih penghasilan mereka dari pengujian terakhir, menemukan bahwa baik perubahan dan pengurangan dalam penghasilan dikaitkan dengan risiko masalah jantung lebih besar, seperti serangan jantung, stroke, gagal jantung juga kematian dini.

“Kami berasumsi bahwa menurunnya penghasilan atau seringnya berubah penghasilan mungkin tidak baik untuk kesehatan, mengingat dua hal ini merupakan hal yang cukup membuat stres. Tapi kami terkejut oleh besarnya efek yang kami lihat, di mana yang kami lihat adalah pada populasi berusia muda,” kata Tali Elfassy, asisten profesor bagian epidemiology University of Miami di AS.

Status sosial ekonomi rendah berkaitan dengan kesehatan jantung, karena mereka memiliki status sosial ekonomi rendah atau pendapatan tidak tetap cenderung lebih banyak merokok, jarang olahraga dan jarang memeriksakan diri. Semua hal itu bisa membuat orang berisiko mengalami masalah jantung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here