FAKTA ATAU MITOS IKAN BUNTAL DAPAT MEMATIKAN

0
1474

Ikan buntal atau pufferfish selama ini memang dikenal sebagai ikan yang sangat beracun. Namun sayang sepertinya tujuh orang asal Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang tidak tahu akan hal itu, sehingga merekapun akhirnya memasak dan memakan ikan buntal hasil tangkapan mereka di Pantai Licin, Desa Lebak, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten

Empat dari ketujuh orang yang memakan daging ikan buntal tersebut telah dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga orang lainnya kini masih mendapatkan perawatan. Memang tak butuh waktu lama untuk racun-racun dari ikan buntal itu bekerja dalam tubuh manusia yang sudah menyantapnya. Bayangkan saja racun ikan buntal bisa mengalahkan keganasan racun sianida. Selain merupakan hewan vertebrata paling beracun kedua di dunia

Mekanisme Kerja Racun Ikan Buntal

Cara kerja racun Ikan Buntal adalah dengan mem-blok potensial-aksi pada saraf dengan cara terikat pada saluran-natrium (sodium-channel) yang berada di membran sel saraf. Hal itu menyebabkan ion natrium tidak dapat melewati salurannya untuk menuju sel saraf.

Blokade ion natrium tersebut menyebabkan terjadinya gangguan pada aktivitas listrik di membran sel saraf. Manifestasi dari pemblokiran ion natrium akibat keracunan tetrodotoxin tersebut adalah kegagalan dalam pernafasan, kulit membiru, kejang, hingga terjadinya gangguan pada detak jantung, dan seringkali berakhir pada kematian.

Racun Ikan Buntal Lebih Toksik Dibandingkan Sianida

Racun yang terkandung dalam ikan Buntal sangat toksik, sehingga jika seseorang sampai terkena dosis letalnya, maka yang bersangkutan dapat meninggal dengan cepat, yaitu dalam waktu 17 menit.

Dosis kematian racun ikan buntal adalah 334 mikrogram per kg, bandingkan dengan dosis letal racun sianida yang sebesar 8.5 mg per kg. Dapat dikatakan bahwa racun ikan Buntal 25 kali lebih toksik dibandingkan dengan racun Sianida.

Orang yang keracunan ikan buntal akan menunjukkan reaksi berupa muntah-muntah, mencret, disfungsi otot jantung dan otot napas yang dapat berujung pada gagal jantung dan gagal napas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here