MITOS ATAU FAKTA MAKAN UBI BISA BIKIN KENTUT LEBIH BAU

0
362

Salah satu karbohidrat alternatif pengganti nasi di antaranya ubi jalar. Sayangnya, anggapan mudah kentut bau tentang karbo yang satu ini membuat seseorang segan atau gengsi menyantapnya. Pasalnya, kalimat ‘jangan makan ubi nanti kentutnya bau’ sudah menjadi sesuatu yang dipercaya masyarakat.

Benarkah makan ubi membuat kentut menjadi lebih bau atau sering? Apa kaitannya kentut dengan ubi?

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB yang juga Ahli Endoskopi mengungkapkan alasan mengapa ubi bisa membuat seseorang lebih sering kentut.

Ubi merupakan karbohidrat kompleks dan juga mengandung serat yang tinggi. Sehingga ubi tidak mudah dicerna. Ubi jalar alias ketela ini mengandung beberapa jenis gula oligosakarida yaitu stakiosa, rafinosa, dan verbaskosa. Beberapa jenis oligosakarida tersebut tidak dapat dicerna oleh sistem percernaan karena tidak adanya enzim galaktosidase.

Ubi banyak mengandung gas yang membuat kita lebih mudah flatus/kentut. Iya memang demikian ubi termasuk yang dapat membuat flatus menjadi banyak,” paparnya.

Meski begitu, ada banyak manfaat ubi bagi kesehatan. Dilansir dari Healthline, ubi memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral yang tinggi. Ubi juga bisa mencegah kanker dan meningkatkan penglihatan serta otak. Ubi juga bisa menjaga daya tahan tubuh.

Nah bagi yang tetap ingin menyantap ubi, sebaiknya tidak berlebihan dan banyak minum air putih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here