Selain Jakarta, Gempa M 5,2 Banten Terasa hingga Depok dan Sukabumi

0
183

Jakarta – Guncangan gempa terasa di Jakarta kemarin malam.

Gempa terasa di perkantoran. Guncangan terasa pada Minggu (28/7/2019) pukul 21.27 WIB. Guncangan terasa beberapa detik.

“Terasa gempa,” kata seorang karyawan di Jakarta Selatan, Safitri.

Gempa bermagnitudo M 5,2 yang berpusat di Banten juga terasa di sejumlah wilayah. Selain Jakarta, gempa terasa di Depok hingga Sukabumi.

“Dirasakan (MMI) III Pelabuhan Ratu, III Sukabumi Selatan, II-III Depok, II Serang, II Munjul,” tulis BMKG, Minggu (28/7/2019).

Gempa ini terjadi pukul 21.27 WIB dan berpusat di 59 kilometer barat daya Banten atau berada di laut. Koordinat gempa terletak di 7.42 LS dan 106.03 BT. Kedalaman gempa adalah 10 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Berikut fakta-fakta lainnya tentang gempa yang mengguncang Jakarta ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Tidak Berpotensi Tsunami

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Kedalaman gempa adalah 10 kilometer. Masyarakat pun dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu hoax.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Minggu (28/7/2019).

2. Terasa Hingga Depok dan Sukabumi

Gempa ini tidak hanya dirasakan di Jakarta, tapi juga di beberapa wilayah lainnya seperti Depok dan Sukabumi.

Selain itu, dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Pelabuhan Ratu, Cisolok, Malingping dan Sukabumi Selatan dalam skala intensitas III MMI, Tangerang, Serang, Rangkasbitung , Sawarna, Panggarangan, Menes, Carita dan Munjul (II-III MMI), Lembang, dan Karawang (II MMI).

3. Situasi Pasca Gempa Kondusif

Pasca gempa berkekuatan M 4,9, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan tidak mengakibatkan korban jiwa. Selain itu, belum ada laporan atas kerusakanan bangunan atau warga yang mengalami luka.

Kepala BPBD Lebak Kaprawi saat dihubungi detikcom menambahkan, sampai saat ini tim dari BPBD masih menyisir daerah selatan untuk mencari apakah ada warga yang terdampak akibat gempa. Tapi, sementara, kondisi di selatan Banten masih kondusif.

“Masih disisir tapi dari lapangan belum ada laporan kerusakan,” ujarnya.

4. Analisis PVMBG

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM menganalisis batuan yang berada di wilayah pesisir selatan Banten dan Jawa Barat dapat bersifat memperkuat efek guncangan gempa.

“Pusat gempa bumi berada di laut. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah wilayah pesisir selatan Banten dan Jawa Barat yang pada umumnya disusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter. Batuan berumur Kuarter serta batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak dapat bersifat memperkuat efek guncangan gempa bumi,” kata PVMBG dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (28/7/2019).

“Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia,” jelas PVMBG. Dilansir dari (detik.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here