FAKTA-FAKTA TERBARU TENTANG PERLUASAN GANJIL GENAP DI JAKARTA

0
574

Kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta akan diperluas. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syarifin Lupito mengatakan, pemberlakuan perluasan ganjil genap kendaraan bermotor di sejumlah ruas jalan dimulai pada tanggal 9 September 2019. dilansir dari liptan6, pemberlakuan uji coba dimulai pada tanggal 12 Agustus 2019 – 6 September 2019. berikut ini beberapa fakta-fakta terbaru tentang perluasan ganjil genap di Jakarta.

 

1. Tidak Berlaku Untuk Motor

Gambar Istimewa

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, perluasan sistem ganjil genap tidak berlaku untuk sepeda motor. Sistem ini hanya diberlakukan untuk mobil. Pemerintah sempat mengkaji sistem ganjil genap untuk sepeda motor. Sebab, jumlah sepeda motor di ruas jalan yang diberlakukan sistem ganjil genap cukup tinggi. Akan tetapi, pergerakan sepeda motor pada koridor sistem ganjil genap tidak berpengaruh besar pada peningkatan kinerja lalu lintas.

 

2. Resmi Berlaku 9 September

Gambar Istimewa

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito menyatakan pemberlakuan perluasan ganjil genap kendaraan bermotor di sejumlah ruas jalan dilaksanakan pada 9 september 2019. Sosialisasi akan dilaksanakan pada 7 Agustus – 8 September 2019. Kemudian uji coba pelaksanaan ganjil genap mulai dilaksanakan 12 Agustus – 6 September 2019.

Ganjil genap ini diberlakukan pada Senin sampai Jumat, kecuali hari libur, pada pukul 06.00-10.00 pukul 16.00-21.00 WIB. Syafrin mengatakan, uji coba tersebut hanya dilakukan pada koridor tambahan saja. Ada 25 ruas jalan yang terkena sistem ganjil genap, baik yang sebelumnya sudah diberlakukan maupun ruas jalan tambahan.

 

3. Ruas Jalan yang Terkena Ganjil Genap

Gambar Istimewa

Uji coba pelaksanaan ganjil genap mulai dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus – 6 September 2019. berikut ini sejumlah ruas jalan di Ibu Kota yang akan terkena perluasan sistem ganjil genap.

Jalan Pintu Besar Selatan – Jalan Gajah Mada – Jalan Hayam Wuruk – Jalan Majapahit – Jalan Sisingamangaraja – Jalan Panglima Polim – Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang) – Jalan Suryopranoto – Jalan Balikpapan – Jalan Kyai Caringin – Jalan Tomang Raya – Jalan Pramuka – Jalan Salemba Raya – Jalan Kramat Raya – Jalan Senen Raya – Jalan Gunung Sahari.

 

Sistem ganjil genap juga etap diberlakukan di ruas jalan lainnya, diantaranya yaitu :

Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin – Jalan Jendral Sudirman – Sebagian Jalan Jendral S Parman, dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun – Jalan Gatot Subroto – Jalan Jendral MT Haryono – Jalan HR Rasuna Said – Jalan DI Panjaitan – Jalan Jendral Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya).

 

4. Kendaraan Pengecualian yang Boleh Melintas

Gambar Istimewa

Selain aturan ganjil genap tidak berlaku untuk sepeda motor, Dishub DKI juga memberikan pengecualian untuk beberapa kendaraan. Syafrin juga menyebut pihaknya memperbolehkan kendaraan listrik melintas di jalur penerapan sistem ganjil genap. Kendaraan disabilitas rencananya akan dipasang stiker.

Pengecualian selanjutnya yakni mobil pemadan kebarakan, angkutan umum dengan nomor polisi berwarna kuning, serta kendaraan yang memberikan pertolongan kecelakaan lalu lintas. “Kendaraan barang khusus BBM, BBG dikecualikan. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara, pimpinan tinggi TNI serta Polri, pejabat pimpinan asing akan kita berikan pengecualian kendaraan kepentingan khusus dan konteks pengawalan dari kepolisian,”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here