KOTA BEKASI AKAN MENJADI JAKARTA TENGGARA?

0
669

Channel E – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyampaikan wacana penggabungan Kota Bekasi menjadi Jakarta Tenggara bisa menelan biaya hingga Rp500 miliar. Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengatakan dana itu dibutuhkan untuk mempersiapkan fasilitas pemerintahan baru, meliputi aparatur sipil negara dan kantor pemerintahan.

“Satu daerah persiapan otonomi itu kita paling tidak membutuhkan uang Rp300 miliar sampai Rp500 miliar per tahun,” kata Bahtiar saat ditemui di kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (21/8). Dilansir dari beberapa sumber.

Untuk membentuk daerah pemekaran, ujarnya, pemerintah setempat harus mengajukan permohonan ke Kemendagri. Kemudian dikaji bersama tim independen dan DPR RI. Jika permohonan itu disetujui, maka akan dibentuk daerah persiapan otonomi untuk menyiapkan segala kebutuhan pemerintahan baru.

 

Sedangkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi lebih memilih kotanya tergabung dalam Provinsi DKI Jakarta menjadi Kota Jakarta Tenggara dibandingkan Provinsi Bogor Raya. Rahmat Effendi menyebut warga di kotanya medok Betawi atau lebih kental unsur budaya Betawi dibandingkan Sunda di Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Rahmat Effendi dalam tayangan ‘SAPA INDONESIA PAGI’ unggahan kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (21/8/2019).

Rahmat Effendi menyebut pemekaran wilayah Kota Bogor yang digagas oleh Wali Kota dan Bupati Bogor, Bima Arya dan Ade Yasin, lebih merujuk pada wilayah sekitar Cianjur. Menurut Rahmat Effendi, pemekaran itu dilakukan lantaran wilayah Bogor yang sudah terlalu sumpek. “Pada saat Bogor menggagas Bogor Raya, itu identik dengan Bogor Cianjur, dan beberapa daerah.”

 

Rahmat Effendi sempat membalas usulan dari Bogor dengan pembentukan Provinsi yang menurutnya lebih cocok lantaran Bekasi lebih tua dibanding Bogor. “Sementara Bekasi, yang relevan itu kalau mau membentuk provinsi baru, saya bilang itu bisa Pakuan Bhagasasi karena punya nilai historis yang lebih dalam lagi,” kata Rahmat Effendi. Sedangkan jika ingin mempercepat proses pembangunan, Rahmat Effendi ingin agar Bekasi bergabung dengan pemerintahan Jakarta.

Hingga saat ini sudah ada 315 permintaan pemekaran dan penggabungan daerah otonom yang masuk ke Kemendagri. Namun tak ada Jakarta Tenggara dan Bogor Raya dalam daftar tersebut. Bahtiar berkata daftar itu belum digubris karena pemerintah masih melakukan moratorium terhadap pembentukan daerah otonom.

 

Lebih lanjut, Kemendagri tak menghambat wacana pembentukan Jakarta Tenggara. Namun dengan biaya yang tinggi, Kemendagri meminta pemerintah daerah lebih bijak lagi.

Nah, jadi gimana nih guys? Kalian yang warga bekasi setuju gak nih sama kebijakan pemerintah kali ini? Komen dibawah ya

 

(Channel E – DF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here