Mitos atau Fakta Kalau di Planet Jupiter dan Saturnus Ada Hujan Berlian

0
266

Peneliti Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Dr Kecin Baines, mengungkap fenomena unik yang terjadi di Jupiter dan Saturnus. Fenomena tersebut yaitu berupa hujan berlian, berbeda dengan di bumi di mana hujan berupa air.

Menurut analisis Baines dan koleganya, data atmosfer dari kedua planet gas raksasa itu menunjukkan tingkat karbon yang berlimpah dalam bentuk kristal.

Bahkan, beberapa “awan” kristal itu tumbuh begitu besar hingga Baines menyebutnya sebagai diamondberg. Berlian terbentuk dalam proses yang cukup panjang. Mulanya, badai petir mengubah metana menjadi karbon yang mengeras menjadi potongan grafit. Ketika memasuki atmosfer Saturnus maupun Jupiter, grafit tersebut mengeras menjadi permata.

gambar: Grid. ID

Menurut Baines, ada 1.000 ton berlian per tahun yang dibuat oleh planet Saturnus. Berlian padat ini kemudian masuk lebih jauh di kedalaman planet hingga mereka sangat dekat dengan cairan inti. Tak seperti di Bumi, cairan inti Jupiter dan Saturnus dianggap lebih panas. Hal ini membuat berlian tadi menjadi cair.

“Begitu turun ke kedalaman ekstrem, tekanan dan suhunya sangat mengerikan, tidak mungkin berlian bisa tetap solid,” ujar Baines.

Satu kemungkinan yang terjadi di inti kedua planet itu adalah terjadinya “lautan” berlian cair. Hal ini memunculkan ide untuk menambang berlian di kedua planet itu lalu dibawa pulang ke Bumi. Namun, rencana ini masih sangat jauh untuk diwujudkan. Di luar fenomena yang terjadi di Saturnus dan Jupiter, tahukah kamu di mana berlian terbesar yang pernah ditemukan? Berlian yang diklaim terbesar di Amerika Utara ditemukan di Kanada. Berlian tersebut berupa berlian kuning 552 karat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here