Mulai 2020 Truk dan Bus Tidak Bisa Sembarangan Masuk Tol

0
272

Channel E – Kementrian Perhubungan (Kemenhub) berencana membatasi kendaraan berat seperti bus dan truk yang beroperasi di jalan tol. Aturan ini rencananya akan mulai berlaku mulai 2020 mendatang. Aturan ini akan diberlakukan lantaran sudah sering terjadi kecelakaan melibatkan bus dan truk yang memakan korban jiwa.

Seperti belum lama ini terjadi, kecelakaan karambol di Tol Cipularang yang menghebohkan karena melibatkan banyak kendaraan dan menyebabkan delapan korban meninggal dunia. Kecelakaan maut itu diduga akibat truk rem blong karena kelebihan muatan.

Berdasarkan keterangan Dirjen Perhubugan Darat Kemenhub, Pandu Julianto, rencana pembatasan jalur kendaraan berat di jalan tol merupakan upaya pemerintah mengurangi kecelakaan yang melibatkan bus dan truk di jalan raya.

“Selain melakukan penertiban secara nasional, kami bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan menindak tegas kendaraan berat yang akan masuk tol. Diharapkan pelaksanaannya bisa dimulai tahun depan,” ujarnya

Kendaraan berat seperti truk yang terbukti ODOL (Over Dimension Overloading) tidak boleh mengakses jalan bebas hambatan. Jika kendaraan tersebut ditemukan sedang beroperasi maka akan langsung dikeluarkan di gerbang tol terdekat.

Mulai tahun depan, Kemenhub juga akan mulai menggunakan sistem elektronik untuk pengujian kendaraan niaga dan bus. Hal ini agar perilaku pemalsuan dokumen uji layak kendaraan niaga bisa dipangkas habis.

“Tidak dipungkiri bahwa memang banyak truk yang tidak pernah ikut uji layak dan memalsukan dokumennya,” paparnya.

“Jadi, mulai tahun depan kita akan lakukan semuanya pakai sistem elektronik, rekam data jelas dan mudah. Buku manual tidak akan diterbitkan lagi,” tegasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here