Bahaya Terkena Gas Air Mata

 

Channel E – Demo mahasiswa dan pelajar di depan Gedung DPR hingga kawasan Semanggi, Jakarta Pusat, berakhir ricuh. Untuk membubarkan massa pengunjuk rasa, aparat menembakkan gas air mata.

Bukan cuma ke massa yang berlari tunggang langgang, tapi juga ke Kampus Atma Jaya yang dijadikan titik posko evakuasi bagi korban luka-luka. “Tembakan gas air mata mengarah ke kampus, yang seharusnya menjadi titik netral dan sudah ada posko evakuasi,” ugkap seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Natado.

Setelah kerusuhan demo pelajar dan mahasiswa mereda pada Senin malam (30/9/2019), sisa-sisa gas air mata masih terasa pekat terutama di Jalan Tentara Pelajar pada pukul 22.45 WIB. Bila masyarakat melewati jalan tersebut, mata akan terasa sangat perih, begitu juga dengan hidung dan mulut.

Berikut adalah  fakta dan bahaya soal gas air mata yang perlu kamu tahu, mulai dari sejarah, mitos odol, kandungan, hingga efek pada kesehatan.

 


 

1. Kandungan Gas Air Mata

gambar istimewa

Kandungan gas air mata Dalam satu kaleng gas air mata terdapat beberapa kandungan kimia seperti arang, potasium nitrat, silikon, sukrosa, potasium klorat, magnesium karbonat, dan O-Chlorobenzalmalonotrile. Menurut ahli anestesi dari Universitas Duke, Sven-Eric Jordt, istilah gas air mata sebenarnya tidak tepat. Pasalnya, alat pembubar massa ini secara teknis bukan gas. “Senjata” itu berbentuk bubuk yang mengembang ke udara sebagai kabut halus.

 

2. Efek Gas Air Mata

gambar istimewa

Efek gas air mata Gas air mata memicu peradangan pada selaput lendir mata, hidung, mulut, dan paru-paru. Secara umum, gas air mata tidak mematikan namun ada yang beracun. Biasanya, efek akan timbul sekitar 30 detik setelah terkena gas. Gejala setelah terkena gas air mata antara lain sensasi panas terbakar di mata, produksi air mata berlebihan, penglihatan kabur, kesulitan bernapas, dan nyeri dada.

Selain itu, juga akan mengalami air liur berlebihan, iritasi kulit, bersin, batuk, hidung berair, terasa seperti tercekik, kebingungan dan disorientasi yang memicu kepanikan, kemarahan intens. Bahkan, bila sudah terkontaminasi gas air mata dalam kadar tinggi, juga dapat menimbulkan muntah serta diare.

 

3. Pasta Gigi Bukan Solusi Gas Air Mata

gambar istimewa

Jika diamati, ada banyak demonstran yang mengoleskan pasta gigi di bawah mata. Hal ini diyakini dapat mencegah dan mengurangi rasa perih akibat gas air mata. Namun, itu hanya mitos. Dokter mata dari Jakarta Eye Center (JEC) dr Florence Meilani Manurung, Sp.M (K) menjelaskan, odol tidak bisa menghalau gas air mata tapi hanya digunakan untuk mendinginkan kelopak mata.

“Tapi cara ini tidak tepat. Yang ada malah bahaya kalau odol masuk mata,” kata Florence. Alih-alih menggunakan gas air mata, Florence menyarankan untuk menggunakan kacamata pelindung sebagai upaya pencegahan. Namun jika tembakan gas air mata terlanjur mengenai mata, segera bersihkan dengan air bersih seperti air mineral. “Mata dan seluruh wajah (disiram air bersih). Jadi daripada bawa odol, lebih baik bawa air mineral,” papar Florence.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here