Channel E – Indonesia memiliki beragam seni dan budaya, salah satu kesenian yang saat ini masih terus dikembangkan yakni musik keroncong. Danis Sugiyanto dan Endah Laras adalah dua maestro keroncong Indonesia yang menjadi salah satu penampil di ajang ’Performing Indonesia’.

Acara tersebut diselenggarakan di Galeri Freer & Sackler, Smithsonian, Amerika Serikat, tanggal (5/10) waktu setempat. Dalam penampilannya, mereka berkolaborasi dengan grup Keroncong Rumput yang berasal dari University of Richmond, Virginia, Amerika Serikat, Yang para anggotanya merupakan warga AS.

Mereka berkolaborasi membawakan lagu-lagu Indonesia yang cukup terkenal yakni Bengawan Solo, Kerocong Moritsko, Jali-Jali, Ayo Ngguyu, Keroncong Kemayoran dan Juga Walang Kekek. Namun siapa sangka, penampilan maestro keroncong Indonesia dan Amerika Serikat ini berhasil memukau para penonton yang hadir.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Duber RI untuk AS Yakni Mahendra Siregar

“Mungkin butuh lebih dari tiga milenium untuk mempertontonkan kekayaan budaya Indonesia yang terdiri lebih dari 17 ribu pulau,” ucapnya.

Menurutnya, keroncong telah menjadi salah satu lambang dari warisan budaya Indonesia. Mahendra menuturkan bahwa kolaborasi ini menjadi salah contoh baik serta menggambarkan hubungan erat antara negara Indonesia dan Amerika Serikat yang tahun ini akan merayakan usianya yang ke 70.

Sementara itu, Kurator Seni Asia Selatan dan Tenggara dari Galeri Freer & Sackler Smithsonian Institue yakni Debra Diamond menyampaikan sambutannya dalam acara itu.

Debra Diamond menungkapkan bahwa keroncong telah menjadi salah satu cerminan budaya Indonesia. Ia juga sangat bangga dan senang dapat menyaksikan konser musik keroncong yang ditampilankan oleh maestro Indonesia dan Amerika Serikat.

Gambar Istimewa

“Kita sangat beruntung dapat menyaksikan langsung penampilan bintang keroncong kawakan Indonesia seperti Endah Laras dan Danis Sugiyanto untuk berbagi betapa indahnya musik ini,” ungkap Debra Diamond.

Dengan adanya konser musik keroncong itu, Mahendra Siregar berharap makin banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Indonesia.

“Oleh karenanya, saya mengundang Anda sekalian untuk tentukan liburan Anda berikutnya ke Indonesia,” ujarnya.

Performing Indonesia sendiri adalah salah satu program yang dihelat oleh Galeri Freer & Sackler Smithsonian Institue yang menampilkan seni budaya khas Indonesia, Acara ini menampilkan para seninam dari Indonesia yang nantinya akan berkolaborasi dengan seniman asal Amerika Serikat. Deretan tersebut akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2020. Tahun ini Perfoming Indonesia mengusung tema musik populer Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here