Film Hanya Manusia, Aksi Polisi Ungkap Sindikat Human Trafficking

1
161

Channel E – Satu lagi karya anak bangsa akan menyapa pecinta film di bioskop Tanah Air pada 7 November 2019 mendatang. Disutradarai oleh Tepan Kobain, film Hanya Manusia menjadi persembahan dari Divisi Humas Polri untuk masyarakat Indonesia.

Film Hanya Manusia berkisah tentang seorang perwira muda bernama Annisa (Prisia Nasution) yang tergabung dalam Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Utara. Bersama Iptu Aryo (Lian Firman), Annisa ditugaskan mengusut sebuah kasus penculikan.

“Ketika ada tawaran film layar lebar yang berhubungan dengan abdi negara, saya enggak perlu pikir panjang lebar. Apalagi film ini digarap langsung oleh pihak kepolisian,” ujar Yama Carlos

Konflik dalam film Hanya Manusia ini bermula ketika Dinda (Shenina Cinnamon), adik perempuan Annisa, menjadi korban penculikan dalam kasus yang sama. Ternyata, kasus penculikan tersebut menjadi bagian dari aksi kejahatan sebuah sindikat human trafficking (perdagangan manusia).

Sorotan utama dalam film Hanya Manusia adalah sisi humanisme Annisa sebagai seorang polisi.  Banyaknya korban dalam kasus penculikan tersebut membuat Annisa mengalami tekanan hingga mencapai batas maksimal seorang manusia.

Berperan sebagai Kompol Angga, Yama Carlos mengungkapkan tanggapannya ketika menerima tawaran untuk berperan sebagai anggota kepolisian. Menurutnya, human trafficking menjadi isu menarik untuk diangkat menjadi film layar lebar.

Di sisi lain, Lian Firman menuturkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam membantu polisi memberantas kejahatan. Menurutnya, kontribusi dari masyarakat dapat mempercepat proses pengungkapan suatu tindakan kriminal.

“Tugasnya polisi tuh harus bekerja sama dengan masyarakat dan menjadi sahabat bagi masyarakat. Semakin banyak informasi seperti laporan dan segala macamnya, tindak lanjut dari kepolisian menjadi lebih cepat,” Lian Firman mengakhiri.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here