Channel EPradikta Wicaksono alias Dikta kembali menjajal kemampuannya dalam berakting dalam web series berjudul JOURNAL OF TERROR: AFTERLIFE. Vokalis dari Yovie & Nuno ini mengatakan, jika dirinya cukup tertantang bermain di serial tersebut.

Pasalnya, ia yang sulit mengekspresikan rasa takut, di serial bergenre horor tersebut harus bisa menunjukan mimik takut kepada para penonton.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Dikta

“Ini syuting horor pertama saya, terus tantangannya dari akting ini karena horor harus ada ekstra ekspresif sedangkan saya orangnya kalau lihat hantu, copet, rampok tidak menunjukan kaget,” ungkap Dikta.

“Jadi kesulitanya adalah bagaimana menyampaikan ke penonton jika saya benar-benar takut, yang sebenarnya saya nggak takut,” sambung penyanyi berusia 33 tahun tersebut.

JOURNAL OF TERROR: AFTERLIFE sendiri adalah serial live action yang bergenre horor hasil kerja sama antara Telkomsel melalui MAXstream dengan Trinity Optima Production dan juga Kratoon Pictures.

Serial yang diangkat dari komik karya Sweta Kartika ini bercerita tentang kehidupan tokoh utama yakni, Prana yang diperankan oleh Dikta, pemuda berusia 25 tahun yang memiliki sebuah kemampuan bisa melihat makhluk tidak kasat mata di sekitarnya.

Prana pun perlahan menyadari jika kemampuanya tersebut berkaitan dengan meninggalnya saudara kembarnya pada saat ia lahir. Awalnya ia tidak suka dengan kemampuannya melihat makhluk halus. Tetapi, kemudian ia menggunakan kemampuannya untuk membantu arwah yang bergentayangan.

JOURNAL OF TERROR: AFTERLIFE terdiri dari empat episode dan tayang setiap Kamis, pukul 20.00 WIB.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here