Channel E – Hutan Amazon adalah hutan hujan terluas yang terletak di Amazon, Amerika Selatan. Hutan Amazon dikenal sebagai surga indah bagi begitu banyak flora maupun fauna. Beberapa waktu lalu, kebakaran di hutan tropis ini tercatat sebagai rekor terparah di tahun 2019.

Berdasarkan Pusat Penelitian Luar Angkasa Brasil (INPE) terdapat 72.843 titik api di Hutan Amazon. Bahkan, akibat banyaknya titik api tersebut asap terbakarnya hutan terlihat hingga luar angkasa.

Di dalam hutan Amazon, terdapat Suku Rikbaktsa yang dijuluki manusia bertelinga kayu yang keberadaannya terancam punah. Suku Dayak di Kalimantan, menggantung beberapa gelang sebagai pemberat di telinga kanan dan kiri sebagai lambang kecantikan. Sedangkan Suku Mursi di Ethiopia, menindik bibir bagian bawah hingga bolong dan lebar.

gambar istimewa

Mitos mengatakan di pedalaman hutan Amazon Brasil, tepatnya di wilayah Mato Grosso, terdapat sebuah Suku Rikbaktsa. Ciri khas dari suku ini, para prianya memiliki lubang besar di daun telinga bagian bawah dan diisi oleh potongan kayu dengan bentuk yang bulat.

Pria-pria Suku Rikbaktsa sudah melubangi telinganya di usia 14-15 tahun. Terlebih, jika sudah bisa ikut berburu dan mendapat hasil buruan. Prosesnya, daun telinga di kiri dan kanan dilubangi seperti ditindik terlebih dulu.

Kemudian dimasukan potongan kayu yang bentuknya bulat dengan ukuran kecil. Seiring berjalan waktu, potongan kayunya akan diganti dengan ukuran yang lebih besar.

Potongan kayu itu mereka juluki “telinga kayu”. Walau terasa berat, tapi tidak menghalangi aktivitas mereka sehari. Mereka tetap masuk ke dalam hutan untuk berburu dan beraktivitas seperti biasa.

Fakta menjelaskan anak-anak muda Suku Rikbaktsa tidak lagi dan menolak tradisi itu. Kebanyakan dari mereka juga bertransmigrasi ke daerah lain, seperti ke Kota Porto Velho dan Brasilia, ibukota negara Brasil.

Populasi Suku Rikbaktsa pun kini hanya tinggal 900-an orang. Hanya orang-orang tualah yang telinganya masih menggenakan potongan kayu yang bulat. Mereka juga, yang masih memegang tradisi dan ritual adat lainnya. Kabarnya, orang tua-orang tua itu juga menolak pengaruh dari dunia luar.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here