Channel E – Banyak yang beranggapan jika selama ini minyak goreng curah tidak sehat. Pemerintah pun belum lama ini mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan minyak curah demi alasan kesehatan. Namun, benarkah minyak yang biasanya dijual lebih murah dari minyak bermerek ini tak bergizi?

Minyak yang dijual dengan merek, produsen sudah menambah dengan fortifikasi, misalnya ada tambahan gizi. Minyak curah itu tidak ada tambahan, hanya kelapa sawit,” ujar Medical Department Kalbe Farma, dr. Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi. menukil Tempo.

Berbeda halnya jika minyak curah telah dipakai berkali-kali dan disaring hingga warnanya kembali bening. Pada minyak ini, kandungan lemaknya menjadi tidak stabil karena telah melalui pemanasan berkali-kali.

“Struktur dari lemak semakin sering dipanaskan, rantainya akan tidak stabil atau dikenal sebagai minyak trans. Semakin dipanaskan, lemak jadi tidak stabil. Kandungan lemak trans menjadi tinggi,” papar Dedy.

Gambar Istimewa

Lemak trans sendiri bisa meningkatkan kolesterol jahat atau LDL yang memicu penyakit jantung, salah satu penyebab utama kematian pada pria dan wanita, serta terkait dengan risiko tinggi terhadap diabetes tipe 2. Lebih lanjut, minyak kelapa sawit memang disarankan untuk proses memasak dengan digoreng karena tidak ada ikatan rangkap.

“Justru minyak yang ada ikatan rangkap tidak boleh untuk menggoreng. Semakin banyak ikatan rangkapnya pada saat dipanaskan akan mudah menjadi lemak trans,” ungkap Dedy.

 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here