Channel EDiabetes adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula dalam darah yang tinggi. Oleh karena itu, para penderita penyakit diabetes sangat dianjurkan untuk mengurangi asupan makanan manis dan mengontrol gula darahnya dengan tepat.

Diabetes bisa terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat secara efektif mengatur kadar gula darah. Hal ini dapat terjadi ketika pankreas berhenti memproduksi insulin yang cukup, ketika sel-sel menjadi resisten terhadap insulin yang diproduksi atau keduanya.

Tetapi ada banyak orang bertanya-tanya apakah penderita diabetes sama sekali tidak mengonsumsi gula? Apakah hanya makan gula bisa menyebabkan penderita diabetes makin parah?

Dikutip dari dari laman Healthline, menukil CNN Indonesia.  Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Memang benar jika mengonsumsi gula dalam jumlah besar dan sering dapat meningkatkan risiko diabetes. Akan tetapi gula hanyalah satu dari bagian teka-teki diabetes. Bukan gula yang harus jadi kambing hitam penyebab penyakit diabetes. Ada banyak faktor lain yang menjadi pencetus atau justru hal yang memperparah diabetes Anda.

Gambar Istimewa

Pola makan, gaya hidup, dan genetik juga memengaruhi risiko terkena penyakit diabetes. Sukrosa atau gula pasir yang terbuat dari bit atau tebu. Sukrosa terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa yang terikat bersama.

Di saat mengonsumsi sukrosa, molekul glukosa dan fruktosa dipisahkan oleh enzim di usus kecil sebelum diserap ke dalam aliran darah. Hal ini dapat meningkatkan kadar gula darah dan memberi sinyal pankreas untuk melepaskan insulin. Insulin akan mengeluarkan glukosa dari aliran darah dan masuk ke sel-sel tubuh sehingga bisa diubah jadi energi.

Sementara itu sejumlah kecil fruktosa juga dapat diambil oleh sel dan digunakan untuk energi, sebagian besar dibawa ke hati di mana ia dikonversi menjadi glukosa untuk energi atau lemak untuk penyimpanan. Jika Anda makan lebih banyak gula daripada yang bisa digunakan tubuh untuk energi, kelebihannya akan diubah menjadi asam lemak dan disimpan sebagai lemak tubuh.

Gambar Istimewa

Karena fruktosa dapat dikonversi menjadi lemak, asupan tinggi cenderung meningkatkan kadar trigliserida, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan hati berlemak. Asupan fruktosa yang tinggi juga dikaitkan dengan kadar asam urat yang lebih tinggi dalam darah. Jika kristal asam urat ini menetap di persendian, kondisi yang menyakitkan yang dikenal sebagai gout dapat terjadi.

Banyak penelitian menemukan bahwa orang yang secara teratur minum minuman manis memiliki risiko 25 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Faktanya, minum hanya satu minuman manis per hari meningkatkan risiko Anda hingga 13 persen terlepas dari kenaikan berat badan yang mungkin terjadi.

Bagaimana dengan gula alami? Penelitian lain juga menyebutkan jika gula alami yang terkandung dalam buah dan sayuran (yang tak ditambahkan pemanis dalam proses pengepakannya) tidak menyebabkan peningkatan risiko diabetes. Gula alami berada dalam matriks serat, air, antioksidan dan nutrisi lainnya, mereka dicerna dan diserap lebih lambat dan kecil kemungkinannya menyebabkan lonjakan gula darah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here