Channel E – Apakah Anda pecinta susu kedelai?Jika ya, mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan bahan dasar pembuatan minuman tersebut, yaitu kacang kedelai. Selain rasanya yang unik, susu kedelai juga dipercaya memiliki banyak khasiat. Namun, dalam perbincangan yang beredar di masyarakat, susu kedelai juga sering dianggap meningkatkan resiko penyakit tertentu.

Jika kamu penikmat susu kedelai yang penasaran dengan mitos dan faktanya, mari simak penjelasannya berikut ini :

1. Susu kedelai dapat mengontrol tekanan darah?

gambar istimewa

Mengonsumsi susu kedelai dapat mengontrol tekanan darah ini memang benar faktanya. Kedelai mengandung isoflavon dan ratusan komponen aktif yang baik untuk pembuluh darah sekaligus baik untuk mengontrol tekanan darah.

Namun tentu penderita hipertensi tetap wajib mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter dan tidak hanya bergantung pada konsumsi susu kedelai, karena susu kedelai hanya membantu menstabilkan tekanan darah.

2. Susu kedelai bisa mengganggu kesuburan?

gambar istimewa

Apakah minum susu kedelai dalam jumlah banyak bisa memengaruhi kesuburan wanita? Kebanyakn orang percaya bahwa kacang yang terkandung di dalam susu kedelai mengandung fitoestrogen, yaitu senyawa kimia alami yang mungkin saja mengganggu sistem endokrin dan menyebabkan masalah kesuburan.

Padahal sudah di teliti oleh berbagai penelitian bahwa makan kedelai sewajarnya bisa membantu wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan. Pernyataan ini diperkuat oleh sebuah studi yang dilakukan dalam jangka panjang, yang mengemukakan bahwa wanita yang mengonsumsi sumber protein hewani (daging, produk susu, atau telur) dalam jumlah banyak justru lebih berisiko mengalami masalah kesuburan dibandingkan dengan makan sumber protein nabati.

Jadi ini hanya mitos kalo susu kedelai menganggu kesuburan wanita, karena tidak terbukti kebenarannya.

3. Susu kedelai dapat menangkal osteoporosis?

gambar istimewa

Fakta menyatakan bahwa susu kedelai mengandung zat protein dan kalsium yang bermanfaat bagi tulang. Walaupun kandungan kalsium dalam susu kedelai lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi, namun susu kedelai tinggi akan protein nabati. Protein adalah zat pembangun yang diperlukan dalam pembentukan tulang.

Dengan demikian, susu kedelai mampu menangkal penyakit osteoporosis, di mana osteoporosis sendiri disebabkan oleh lambatnya kecepatan pembentukan tulang baru dibandingkan pembuangan jaringan tulang lama.

Nah Itulah 3 mitos dan fakta di balik khasiat mengonsumsi susu kedelai. Jadi tidak perlu ragu lagi untuk tetap mengkonsumsi susu kedelai karena Dr. Marya W. Haryono, M.Gizi, Sp.GK menjelaskan, per harinya diperbolehkan mengonsumsi sekitar 100 – 200 gram kacang kedelai. Sehingga batasan untuk konsumsi susu kedelai akan tergantung pada jumlah kedelai yang digunakan untuk membuat susu kedelai.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here