Channel E – Beberapa waktu lalu, artis Ashanty didiagnosis mengidap autoimun. Istri dari Anang Hermansyah ini juga beberapa hari lalu masuk rumah sakit karena bentol di sekujur tubuhnya.

Aurel Hermansyah menyebut Ashanty punya banyak pantangan makanan sejak terkena gejala penyakit autoimun. “Pantangannya banyak. Enggak boleh (makan) tepung, enggak boleh (makan) nasi,” ujar Aurel beberapa waktu lalu.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RS Awal Bros Bekasi Barat mengatakan bahwa autoimun merupakan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh sendiri.

“Kekebalan tubuhnya malah menyerang diri sendiri, seperti salah mengenali. Jadi yang seharusnya sel normal, sama dia (imun) malah diserang,” tutur Dr.Johana

Hingga saat ini, lanjut dr Johana, penyebab autoimun belum diketahui. Ia menyebutkan bahwa autoimun bukanlah penyakit turunan, dan bukan merupakan penyakit menular.

“Namun faktor risikonya sampai saat ini ditengarai adalah bahan-bahan kimia, itu pun belum sepenuhnya terbukti,” tutur Dr.Johana.

Bahan-bahan kimia yang dimaksud adalah ketika seseorang bekerja di pabrik cat yang banyak terpapar bahan kimia, sampai orang yang menggunakan cat rambut secara kontinyu.

Bagaimana cara pengananan autoimun?Dr Johana menjelaskan bahwa penanganan autoimun tergantung pada area tubuh mana yang diserangnya.

“Apabila menyerang tiroid, ya yang diobati harus tiroid. Kalau menyerang lupus, yang diobati harus lupus,” tambahnya.

Masalah Ashanty diberikan pantangan makanan termasuk nasi, Dr.Johana menilai bahwa hal tersebut bisa jadi tidak berhubungan dengan autoimun.

“Bisa jadi dia (Ashanty) alergi. Tidak bisa langsung kita katakan itu (pantangan makanan) karena autoimun karena harus ada beberapa pengecekan yang lebih detail dari itu,” lanjutnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk bentol-bentol sekujur tubuh yang dialami Ashanty sehingga mengharuskan dirinya masuk ke rumah sakit.

“Alergi bisa jadi datang di saat dewasa, itu namanya late omzet of allergy. Alerginya baru diketahui sekarang. Namun balik lagi, belum tentu itu karena autoimun,” jelasnya.

Tes alergi adalah faktor penentu apakah pantangan makan nasi merupakan dampak dari alergi. Jika bukan alergi, lanjut dr Johana, maka harus ada beberapa pemeriksaan khusus untuk melihat kaitannya dengan autoimun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here