Mitos/Fakta Mendongeng Bisa Sembuhkan Trauma pada Anak

0
87

Channel E – Mendongeng merupakan salah satu kegiatan menyenangkan yang banyak disukai oleh anak-anak. Apalagi, kegiatan ini juga diyakini memiliki banyak manfaat, terutama dalam hal meningkatkan kecerdasan dan kreatifitas si kecil.

Faktanya ternyata kegiatan mendongeng membawa manfaat sangat besar bagi psikologis anak. Dongeng bisa dijadikan sebagai salah satu kegiatan trauma healing paska terjadinya bencana.

gambar istimewa

Misalnya saja, saat suatu kawasan terkena musibah banjir besar secara tiba tiba, yang membanjiri seluruh isi rumah dan menyebabkan penduduknya terutama anak-anak untuk tinggal di pengungsian. Anak-anak ini mungkin saja ada yang mengalami trauma. Misalnya mereka menjadi panik, cemas, takut berlebihan saat melihat langit mulai mendung atau gerimis mulai mengguyur tempat pengungsian.

Dengan adanya kegiatan dongeng, anak anak bisa terhibur, merasa lebih tenang dan senang, sehingga kepanikan dan kecemasannya dapat berkurang. Kegiatan dongeng ini memang harus dibuatkan program khusus dengan jadwal yang rutin. Hal tersebut agar manfaatnya dapat lebih cepat dan lebih besar dirasakan oleh anak anak.

Proses trauma healing setiap anak berbeda-beda. Lama waktunya tergantung dari kondisi masing-masing anak. Ada anak yang bisa cepat mengatasi trauma, ada anak yang butuh waktu lebih lama, bahkan sampai hitungan bulan ataupun tahun.

Di sinilah manfaat mendongeng akan mengubah perasaan tersebut. Karena mendongeng ini terapi menghibur, inilah yang membuat siapapun yang melakukannya merasa lebih tenang dan senang, sehingga kepanikan dan kecemasannya hilang.

Jika mereka sudah terlihat lebih tenang dan memiliki kepercayaan juga merasa nyaman pendongeng terapis, maka proses penyembuhan pun lebih mUdah dilakukan.

“Kita bisa juga mulai memberikan dongeng misalnya dengan tema “Singkirkan Hp mu, bermain yuk!” Sehingga anak-anak bisa meninggalkan gajet dan memilih bermain lari-larian, petak umpet, kena-kenaan, patung Pancoran, tepuk nyamuk”

Hal ini juga diharapkan dapat mempengaruhi pola pikir dan mengubah cara pandang mereka. Sehingga ke depannya anak yang mengalami trauma maupun anak yang kecanduan gadget bisa pulih kembali. Hidup mereka lebih nyaman, lebih bahagia dan mereka dapat menemukan jati dirinya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here