Channel E – Mantan penyanyi cilik yang tengah go internasional ini kini tengah jadi sorotan terkait sesi wawancaranya yang belum lama ini dengan Build Series di Amerika Serikat, viral di media sosial.

Pernyataan pelantun Coke Bottle ini justru menjadi kontroversi saat ada orang yang menyalahartikan ucapannya dengan menyebut dirinya tidak memiliki darah Indonesia.

Tak sedikit pula sejumlah tokoh negeri ini yang angkat bicara. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bahkan menyebut Agnez anak durhaka karena dinilai lupa Ibu Pertiwi.

gambar istimewa

Berawal saat Kevan Kenney yang menjadi host membahas wawancara yang dijalani oleh Agnez Mo sebelumnya. Dia mengatakan interview tersebut membuka matanya, bahwa Indonesia adalah tempat yang memiliki keragaman yang tinggi.

“Ini menjadi bagian dari diriku. Ini bukan hanya sebuah representasi budaya, tapi juga budaya yang sifatnya inklusif,” jawab Agnez Mo, seperti disaksikan dalam video utuh wawancara yang diunggah di akun Build Series, Jumat, 22 November 2019 lalu.

Karena banyak orang yang tidak menyaksikan video tersebut secara utuh, jadi kebanyakan orang memilintirkannya dengan mengatakan bahwa Agnez Mo tak punya darah Indonesia.

Ia mengunggah cuplikan video pada bagian ketika dia mengatakan memasukkan unsur budaya Indonesia ke dalam musiknya. “Saya ingin mencoba memasukkan budaya Indonesia ke karya musik saya, video musik saya. Meskipun bukan di musik, tetapi ada di video musik saya,” kata Agnez dalam wawancara itu.

Agnez Mo memberi contoh mengenakan gaun batik di video musik “As Long As I Got Paid” serta gerakan tari Jaipong di lagu “Overdose”. “Saya berharap bisa memperkenalkan budaya saya kepada dunia,” lanjut penyanyi bernama lengkap Agnes Monica Moeljoto tersebut.

Dia melengkapi video tersebut dengan sebuah keterangan panjang dalam bahasa Inggris. “Mengapa Anda tidak mencuplik dan mengedit bagian ini?” tulis Agnez, Rabu (27/11/2019). “Memalukan, orang-orang yang hanya ingin memelintir ucapan dan maksud saya,” lanjutnya.

“Saya hanya mengatakan hal-hal baik, bahwa meskipun minoritas, saya bisa menceritakan keberagaman yang mengagumkan tersebut yang saya pelajari dari negara saya,” papar Agnez. “Saya selalu mengatakan itu pada setiap wawancara (baik nasional maupun internasional),” ujar Agnez.

“Saya tidak bisa memilih darah atau DNA saya, tetap saya selalu membela negara saya, selalu dan tidak seorang pun bisa merampas itu dari saya,” lanjut Agnez. “Tontonlah wawancara itu secara utuh, bukannya mengambil hal-hal di luar konteks,” katanya.

Meski kecewa ada sebagian orang yang memelitir ucapannya, Agnez memilih untuk tidak memperpanjang masalah ini. Perempuan kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 itu dengan berbesar hati memaafkan mereka yang menghakiminya.

Tak hanya itu, Agnez Mo juga membalas anggapan orang yang meragukan nasionalismenya.

“Aku tidak bisa memilih darah atau DNA-ku, tapi aku akan selalu MEMBELA negaraku, AKU SELALU MELAKUKANNYA, dan TAK ADA ORANG yang bisa merampas ini dariku,” kata Agnez Mo.

Dia pun menyayangkan orang-orang menyalahartikan ucapannya yang telah dipotong sedemikian rupa.  “Belajarlah melihat sesuatu secara keseluruhan ketimbangan mengambil kesimpulan di luar konteks,” ucap agnez.

“Kepada orang-orang yang mendukung saya, saya menyayangi kalian,” kata Agnez Mo. “Untuk orang-orang yang ingin salah memahami saya, saya menyayangi dan memaafkan kalian. Percayalah, tidak ada setitik pun kedongkolan dan kemarahan saya kepada kalian,” papar Agnez. “Buat para pemburu pengaruh, saya berdoa agar Anda bisa menemukan kedamaian dalam hati Anda,” tulis Agnez sambil menambahkan emoji hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here