Channel E – Ada banyak jenis penyakit kulit dan salah satunya adalah Vitiligo. Vitiligo merupakan penyakit kulit yang menyebabkan munculnya bercak putih di kulit dan area lainnya.

Bercak ini bisa terlihat seperti panu namun tidak gatal dan tidak diakibatkan oleh jamur. Vitiligo memang mungkin tidak mengganggu, namun bisa menurunkan rasa percaya diri seseorang.

Selain dapat menyerang area kulit manapun di tubuh, warna yang memudar ini juga dapat terjadi pada bagian dalam mulut, mata, dan rambut.

Vitiligo tergolong penyakit yang berlangsung jangka panjang (kronis), dan diperkirakan menimpa 1 dari 100 orang. Meskipun dapat menyerang semua orang, vitiligo umumnya terjadi sebelum usia 20 tahun, dan lebih jelas terlihat pada orang yang berkulit hitam. Seperti apa gejala dan cara penyembuhan penyakit Vitiligo?  Mari kita simak penjelasannya melalui artikel ini.

1. Gejala Vitiligo

Gejala vitiligo adalah munculnya bercak di tubuh. Pada awalnya, bercak yang muncul berwarna lebih muda dari kulit, kemudian akan memutih secara bertahap. Kemunculan bercak dimulai di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, bibir, tangan dan kaki, kemudian menyebar ke bagian tubuh lain.

Bercak vitiligo umumnya muncul secara simetris di kedua sisi tubuh, serta berkembang dan berhenti berulang kali. Kapan dan seberapa cepat bercak berhenti menyebar, tidak dapat ditentukan. Pada kasus yang jarang, bercak hanya muncul di salah satu sisi tubuh, kemudian menyebar selama 1-2 tahun lalu berhenti.

Segera temui dokter bila warna rambut, kulit, atau mata memudar. Penanganan tepat pada tahap awal dapat menghambat perkembangan penyakit ini.

2. Faktor Vitiligo

Warna kulit, rambut, dan mata dihasilkan oleh sel pigmen tubuh. Pada penderita vitiligo, sel tersebut berhenti memproduksi warna atau pigmen tubuh.

Belum diketahui mengapa sel pigmen berhenti memproduksi zat pigmen tubuh, tetapi kondisi tersebut diduga terkait dengan sejumlah faktor berikut:

  • Kelainan genetik yang diturunkan.
  • Penyakit autoimun, yaitu suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat, termasuk sel pigmen tubuh.
  • Stres, kulit terbakar akibat sinar matahari, atau paparan bahan kimia yang juga diduga dapat memicu terjadinya vitiligo.

3. Penyebab Vitiligio

Dr.Dian melanjutkan, penyebab Vitiligo masih belum diketahui secara pasti. Namun makin banyak bukti yang menunjukkan bahwa mekanisme seperti kelainan metabolik, stres oksidatif, respon autoimun, dan faktor genetik berkontribusi pada timbulnya penyakit tersebut.

Penyakit ini tidak mengancam jiwa dan tidak menular. Selain itu, tidak ada gejala yang dirasakan oleh pasien. Namun efek penderita penyakit Vitiligo bisa mengganggu psikologis. Beberapa penderita sering merasa kurang percaya diri, citra tubuh yang buruk stres dan efek negatif lainnya.

4. Cara Mengatasi

Pada dasarnya, pengobatan terhadap Vitiligo tergolong pengobatan jangka panjang dan durasinya tidak bisa diprediksi. Secara psikologis, penderita harus sudah siap untuk menghadapi tantangan pengobatan dan quality of life.

Tujuan pengobatannya sendiri adalah mencapai lesi yang sembuh atau stabil. Bagi lesi yang stabil, kemudian dapat dicari alternatifnya untuk menghilangkan atau menyebarkan.

Bagaimanapun, kuncinya adalah keteraturan. Menurut dr Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia, meski dokter sudah memberikan kombinasi terapi terbaik, hasilnya takkan maksimal jika pasien tidak berobat teratur.

Menurutnya, kadang ada saja pasien yang menghilang di tengah proses pengobatan. Inilah yang membuat semua usaha yang telah dilakukan sebelumnya jadi sia-sia.

Vitiligo merupakan penyakit yang tak hanya menyerang fisik, namun juga menyerang mental dan kepercayaan diri. Ada baiknya untuk meningkatkan self love dan tekun dalam menjalani pengobatan.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here