Channel E – Di antara teman-teman, apakah ada yang sering meniup balon? Balon biasanya dijadikan hiasan untuk acara ulang tahun, dekorasi di tempat umum, dan yang lainnya. Tahukah kamu? Balon dulu punya kisah yang menyeramkan, teman-teman.

Seperti apa sejarah menyeramkan balon, ya? Dulu saat pertama kali muncul, balon dibuat dari bahan yang tipis, teman-teman. Bahan pembuatan balon zaman dulu sangat tipis seperti selaput. Ternyata balon itu dibuat dari bagian tubuh hewan, biasanya usus besar.

Yang menggunakan bahan itu adalah masyarakat Aztec, teman-teman. Peradaban Aztec ada di Amerika Selatan sekitar tahun 1345 – 1521. Bagian tubuh hewan yang dijadikan balon itu dijadikan persembahan untuk para dewa Suku Aztec.

1. Balon Masa Modern

Gambar Istimewa

Untung saja, sekarang balon sudah tidak dibuat dari bahan bagian tubuh hewan, ya, teman-teman? Sekarang, balon dibuat dari karet, lateks, foil dan nilon.

Balon modern itu ditemukan oleh Bapak Michael Faraday pada tahun 1800-an, beliau adalah ilmuwan asal Inggris. Selain menemukan Balon, Bapak Michael Faraday juga menemukan banyak sekali kegunaan listrik, sehingga disebut “Bapak Listrik”.

Balon sendiri baru mulai diproduksi secara massal pada 1930-an. Tapi, balon modern juga bisa jadi menyeramkan, lo, teman-teman. Sekarang, balon dibuat dari karet, lateks, foil dan nilon.

Balon modern itu ditemukan oleh Bapak Michael Faraday pada tahun 1800-an, beliau adalah ilmuwan asal Inggris. Selain menemukan Balon, Bapak Michael Faraday juga menemukan banyak sekali kegunaan listrik, sehingga disebut “Bapak Listrik”.

Balon sendiri baru mulai diproduksi secara massal pada 1930-an. Tapi, balon modern juga bisa jadi menyeramkan, lo, teman-teman.

2. Sekarang Balon Juga Bisa Jadi Menyeramkan

Gambar Istimewa

Balon kan indah dan cantik, kok bisa jadi menyeramkan? Balon bisa menyeramkan bila diterbangkan ke udara, kemudian meletus dan bekas balon itu bisa jatuh ke tanah.

Saat jatuh ke tanah, serpihan balon itu bisa dikira makanan oleh hewan-hewan di alam. Kalau hewan makan karet balon, ia bisa terluka atau sakit, bahkan membahayakan nyawanya.

Bekas balon yang tidak terpakai juga bisa mengalir ke laut apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Sehingga, sampah bekas balon itu bisa tertelan hewan-hewan laut yang mengiranya makanan.

Misalnya beberapa waktu lalu ada bangkai lumba-lumba yang dalam perutnya ditemukan balon. Karenanya, supaya balon tidak menyeramkan seperti zaman dulu, perhatikan serpihan balon bekas yang kamu gunakan, ya.

Pastikan balon itu dipisahkan sesuai dengan sampah yang satu kategori dengan bahan pembuat balon, misalnya balon berbahan nilon atau plastik dipisahkan sendiri agar bisa didaur ulang.

Balon berbahan latex alami (Natural Rubber Latex) juga bisa terurai jika dibuang, teman-teman. Balon dengan bahan foil yang dikempeskan setelah acara selesai juga bisa digunakan kembali, lo! Jadi, kita tidak perlu membeli balon lagi saat ada acara yang memerlukan balon.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here