Channel E – Berbicara mengenai sampah Plastik tidak ada habisnya. Meskipun sudah banyak pihak yang mengampanyekan untuk mengurangi penggunaan plastik, tapi masih ada saja yang belum bisa melaksanakannya.

Mengubah kebiasaan bukan perkara yang mudah, perlu usaha keras dan terus-menerus untuk bisa berhasil mencapainya. Namun, bila sudah dijalani, kebiasaan baru yang terasa berat akan berubah menjadi ringan.

Untuk memberikan ilmu baru mengenai penanganan sampah plastik, Demi Bumi mengadakan sebuah workshop yang diselenggarakan di Dia.lo.gue, Kemang, Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Perubahan besar dapat dimulai dengan langkah kecil, salah satunya dari diri sendiri. Hal kecil yang bisa dilakukan untuk menangani masalah sampah plastik ialah dengan memilah sampah dan mendaur ulang. Contohnya, sampah basah yang biasanya diproduksi dari sisa makanan bisa diubah menjadi pupuk kompos.

Untuk sampah kering, Anda bisa mengubahnya menjadi barang-barang kerajinan, seperti tas dan mainan anak-anak. Jika memiliki sedikit waktu luang, Anda bisa membawa sampah kering tersebut ke bank sampah.

Meskipun sudah banyak yang mulai sadar akan bahaya sampah, namun tidak semua akan bisa memahami. Namun, menurut pendiri Demi Bumi, Jessica Halim, komunikasi itu penting. Katakan saja kepada orang-orang sekitar atau pelayan supermarket jika Anda sudah tidak ingin menggunakan plastik sebagai pembungkus.

Meskipun bukan hal yang mudah, namun lama-lama orang tersebut akan mengerti apa mau Anda. Dengan begitu pun secara tidak langsung Anda memberi contoh kepada orang-orang di sekitar tentang pentingnya mengurangi sampah plastik.

Langkah selanjutnya ialah dengan membawa barang-barang yang reusable untuk mengurangi plastik. Barang-barang tersebut berupa totebag, botol minum, sedotan, dan alat makan.

Barang-barang tersebut sebaiknya dimasukkan dalam satu tempat sehingga saat Anda bepergian tidak ada yang tertinggal. Untuk menjaga kebersihannya, Anda bisa langsung mencucinya setelah digunakan.

Semakin banyak ilmu yang dibagi kepada orang lain, semakin bertambah pula ilmu yang Anda dapat. Oleh sebab itu, meskipun tidak bisa memaksakan orang lain untuk memulai kebiasaan seperti yang Anda lakukan, setidaknya dengan membagikan ilmu, mereka akan dapat memahami Anda. Dengan membagi ilmu kepada keluarga, teman, dan sahabat pun bisa membuat Anda saling mengingatkan satu sama lain.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here