Jari Siswa SMP Diamputasi, Diduga Korban Bullying

1
47

Channel EKasus Pembullyan yang menyebabkan diamputasi-nya jari tangan MS,12, kini memasuki babak baru. Hal ini lantaran Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menyampaikan kini proses hukum sudah dinaikkan menjadi penyidikan.

Mencuat kabar diamputasinya jari tengah salah satu pelajar SMP negeri di Kota Malang, awalnya disebut pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) sebagai tindakan bercanda. Padahal itu pelajar SMP tersebut merupakan korban bullying teman-temannya.

Paman MS, Taufik mengatakan dokter memutuskan untuk mengamputasi karena jari tengah kanan MS sudah tidak berfungsi lagi.

“Jarinya sudah tidak berfungsi ujungnya, akhirnya kami dikonfirmasi bahwa dilakukan amputasi,” kata Taufik, di Kota Malang, Jawa Timur.

Amputasi dilakukan kemarin sekitar pukul 18.00 WIB.

Taufik menjelaskan, keponakannya yang berusia 13 tahun itu tidak bercerita tentang kekerasan yang dia alami. Siswa kelas VII di SMP Negeri 16 Kota Malang tersebut menurutnya sosok pendiam.

“Keponakan saya itu anak yang pendiam, tidak suka mengadu,” ujar Taufik.

Terkait kasus tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dan tujuh murid terduga pelaku kekerasan. Para saksi dan terduga pelaku merupakan pelajar di SMPN 16 Kota Malang.

Pihak Polresta Malang Kota menyatakan menjamin keselamatan dan memberikan perlindungan kepada korban secara penuh, dan mengharapkan korban yang merupakan siswa SMPN 16 Kota Malang kelas VII tersebut bisa segera pulih.

“Kami akan mencari peran dari terduga. Apakah dari tujuh anak itu, siapa yang betul-betul melakukan, dan memang nanti menjadi pelanggar atau tersangka,” lanjut Leonardus.

“Kita juga masih menyelidiki peran dari ketujuh itu, siapa yang betul-betul melakukan dan menjadi pelanggarnya atau tersangkanya,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkan oleh pihaknya, jari tangan yang membiru akibat terjepit ikan pinggang.

Namun, Kombes Pol Leonardus menyangkal hal tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tidak ada disebutkan bahwa jari tengah korban diamputasi usai terjepit ikat pinggang.

“Soal gesper, tidak ada bunyi sama sekali terkait dengan gesper itu,” jelas Kombes Pol Leonardus Simarmata, membantah keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here