Channel E – Publik telah digegerkan dengan informasi banyaknya pohon yang terdampak akibat aktivitas revitalisasi Monumen Nasional (Monas). Ternyata jumlah pohon yang terdampak itu bahkan lebih banyak daripada yang sebelumnya disebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dilansir melalui Antara, sebelumnya, sempat dikatakan bahwa ada 85 batang pohon yang direlokasi di sisi barat dan timur. Sekertaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengoreksi jumlah pohon-pohon tersebut.

“Ya jadi kemarin waktu angka yang saya konpres itu kan 55 dipindahkan ke sisi barat, 30 ke timur, ternyata saat kita rapatkan ada 191 buah. Mudah-mudahan benar ya, angkanya pohon yang ditebang,” kata Saefullah.

Saefullah menjelaskan bahwa penebangan pohon adalah sesuatu yang tak bisa dihindari meski tidak semuanya harus ditebang. Dari 191 pohon yang terdampak, yang ditebang adalah sekitar 106 buah.

“Ada yang digali kemudian dipindahkan, ada yang sama sekali tidak bisa dihindari kemudian ditebang,” kata Saefullah.

Saefullah berjanji pohon-pohon yang terdampak akan diganti tiga kali lipat, sekitar 300 pohon. Menurutnya, sudah ada aturan yang mengatur hal tersebut.

“Itu rumusnya karena pemerintah yang minta. Itu setiap satu pohon wajib diganti tiga pohon. Satu banding tiga ini demi kepentingan masyarakat,” kata dia.

Setengah berkelakar dia menyebut, kompensasi itu harus langsung ditebus di dunia, bukan di surga. “Jadi nebang pohon itu bukan pohon di surga. Ini pohon di dunia, kalau ditebang harus diganti. Itu kompensasi, sudah wajib ada aturannya,” kata dia.

Koreksi soal jumlah pohon yang terdampak akibat revitalisasi Monas ini berangkat dari penjelasan Saefullah sebelumnya. Dia mengatakan ada 85 pohon yang ditebang dan dipindahkan ke area lain Monas.

Revitalisasi ini mengundang kritik dari banyak pihak, terutama aktivis lingkungan. Meski Pemprov DKI beralasan pohon-pohon tersebut hanya dipindahkan, tapi sebagian dilakukan dengan cara ditebang.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here