Channel E – Film Dilan menjadi film anak remaja saat ini selalu di gemari anak remaja. Film ‘milea, suara dari dilan’ ini sudah tayang pada 13 Februari 2020. Tiada habis nya film ini selalu terngiang dalam hayalan para remaja karena cerita nya yang romantis.

Lagi lagi Kota Bandung yang menjadi tempat gala premier film trilogi cerita Dilan, yang kali ini diberi judul ‘Milea: Suara dari Dilan’. Seluruh pemain utama pun ikut hadir selama penayangan yang diselenggarakan di Mall Cihampelas Walk, Kamis (13/2).

gambar istimewa

Para pemain dan sejumlah teman teman media menyaksikan film berdurasi sekitar 102 menit ini. Selesai nonton bareng, para pemain tampak sedih dan tak sedikit yang meneteskan air mata, seperti Vanesha Prescilla yang memerankan Milea.

“Terima kasih untuk semua. Film ini bisa memberikan kesan positif, dan saya harap semuanya bisa menikmati film ini,” ujar Vanesha usai menyaksikan film ‘Milea: Suara dari Dilan’, Kamis (13/2) malam.

Selain Vanesha, Adhisty Zara yang berperan jadi adik dari Dilan pun terlihat terharu. Ia bahkan tak bisa menyembunyikan kesedihannya ketika berada di depan layar kaca untuk bertemu teman teman media

Iqbal tak pernah menyangka kalau film Dilan akan seheboh ini, ya Iqbal Ramadhan yang berperan sebagai Dilan, tak menyangka film trilogi Dilan dan Milea bisa disambut antusias meriah dari para penikmat film Indonesia.

Khususnya untuk film pertama Dilan 1990 antusias yang dia rasakan sangat istimewa. “Terima kasih untuk mendukung cerita Dilan dan Milea. Antusias kalian sangat luar biasa,” ujarnya.

Iqbal pun berharap semua masyarakat yang ingin menyaksikan film ini bisa mendapatkan kepuasan atas cerita trilogi yang difilmkan. Di sisi lain, dia berterima kasih kepada Pidi Baiq atas novel yang diperbolehkan menjadi film ini.

Direktur film trilogi Dilan, Fajar Bustomi mengatakan, penggarapan ketiga film ini sangat menguras waktu dan pikiran. Khususnya untuk dua film terakhir yakni Dilan 1991 dan Milea tak mudah karena pengambilan gambar dilakukan dalam satu periode.

Meski demikian selama pengambilan gambar Fajar mengaku gembira karena para pemain dan kru yang menyenangkan. Mengenai kemungkinan adanya spin off film ini, dia belum terlalu memikirkan.

Hanya berharap sang penulis novel, Pidi Baiq, bisa terus menulis tentang cerita Dilan. “Kalau bisa ayah Pidi bisa nulis tentang Dilan Milea,” ujarnya.

Fajar pun merasa sedih penggarapan film ini akhirnya selesai karena dia sudah cukup dekat dengan semua pihak. Terutama ketika mengingat kondisi di lokasi pengambilan gambar.

“Itu sedih, karena ini sudah tiga tahun berjalan dan harus berakhir” ungkapnya.

Rencana nya film milea akan di distribukan ke Malaysia, woww hal yang sangat menakjubkan Direktur fiilm Milea, Ody Mulya Hidayat menuturkan, rencananya film ini tidak hanya diluncurkan di Indonesia.

Film ‘Milea: Suara dari Dilan’ juga nantinya bisa ditonton para penikmat film di Negeri Malaysia.

Dia berharap film ini akan mendapat apresiasi positif serupa seperti dua film sebelumnya oleh penikmat film di Malaysia. “Semoga semua mengapresiasi, dan bahwasannya film ini bisa sukses di sana,” kata Ody.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here