Hubungan Erat Antara Kesehatan Jantung dan Ginjal

0
38

Channel E – Tubuh manusia tersusun oleh sistem networking yang tercipta sangat sempurna, setiap sistem didalam tubuh saling berhubungan dan mempengaruhi.

Bila diandaikan, tubuh ini sebuah mesin komputer dimana bila salah satu sistem nya terganggu maka akan mengganggu sistem kerja di tempat lain yang berkaitan. Atau bila diandaikan sebuah jalan raya utama yang terganggu oleh kemacetan maka akan mengganggu kelancaran pengendara di jalan setelah atau sebelumnya.

Jantung dan Ginjal adalah dua organ yang penting dan berhubungan erat di dalam tubuh manusia. Masing-masing saling terhubung, saling mempengaruhi dan dapat bekerja bersama. Keduanya bekerja bersama untuk menjaga agar tubuh tetap sehat. Ketika jantung terganggu, maka tak jarang akan berefek juga ke ginjal, begitu pula sebaliknya.

Jika kita seperti kebanyakan orang, kita mungkin tak terlalu memikirkan kesehatan ginjal, kecuali jika organ ini berhenti berfungsi seperti seharusnya.
Yang belum banyak diketahui orang adalah jika kita melakukan sesuatu untuk menurunkan risiko penyakit jantung, sebenarnya kita juga membantu ginjal senantiasa sehat.

Kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau obesitas adalah faktor risiko serangan jantung dan stroke.
Mengendalikan faktor-faktor risiko tersebut dapat membantu mencegah

serangan kardiovaskular yang berpotensi mematikan. Hal ini juga mencegah kerusakan ginjal dari proses penyakit yang sama.

“Sistem organ ini saling terkait, jadi apa yang baik untuk jantung akan baik bagi ginjal, dan sebaliknya,” kata ahli nefrologi dan spesialis hipertensi dari Cleveland Clinic, Michael Lioudis, MD.

Mempunyai penyakit jantung tidak berarti kita akan menderita penyakit ginjal, namun itu akan meningkatkan risikonya.
Dari semua faktor risiko gagal ginjal, yang paling berbahaya adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan diabetes melitus.

“Gejalanya langka. Kita mungkin merasa baik-baik saja, tapi ini bukan berarti ginjal kita juga demikian,” ucap Dr. Lioudis.
“Saat tes darah dan urin menunjukkan perubahan fungsi ginjal, kesehatan organ-organ ini telah menurun secara signifikan.”

Gagal jantung disertai fraksi ejeksi berkurang adalah faktor risiko lain untuk penyakit ginjal.
Fraksi ejeksi merupakan pengukuran darah yang dipompa keluar dari ventrikel atau bilik jantung, normalnya 50 persen atau lebih.

Ketika jantung tidak dapat memompa dengan maksimal, jumlah darah yang dikeluarkan dengan setiap kontraksi menurun. Hal ini mengurangi jumlah darah yang melewati ginjal, menyebabkan urine dan sisa cairan menurun. Sehingga kondisi jantung makin buruk.

Harap diingat, setiap langkah yang kita ambil untuk menurunkan risiko penyakit jantung akan bermanfaat bagi ginjal dan sistem organ lain yang terhubung.
“Jaga tekanan darah, gula darah, dan kolesterol kita tetap terkendali.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here