Channel E – Sebagian orang memiliki bulu hidung yang tumbuh lebat hingga keluar dari lubang hidung. Hal ini bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri.

Tidak heran, sebagian orang tak enggan untuk langsung mencabut bulu hidung tanpa pikir panjang.

Seperti yang kita ketahui, hidung di dalamnya memiliki bulu-bulu. Bulu tersebut tak sekedar bulu, namun memiliki tugas dan manfaat, yakni menyaring udara yang masuk, sehingga debu dan kotoran-kotoran lainnya dapat tertahan pada bulu.

Memang, mencabut bulu hidung bisa membuat penampian lebih memesona. Di balik itu, tahukah Anda bahwa tindakan tersebut juga bisa berujung pada masalah kesehatan. ini yang terjadi jika sering mencabut bulu hidung.

1. Mengakibatkan mimisan

Gambar Istimewa

Dampak buruk mencabut bulu hidung adalah mimisan. Pada bulu hidung yang dicabut dengan keras atau secara paksa dapat menyebabkan perdarahan atau mimisan.

Kondisi ini khususnya terjadi jika kamu mencabut bulu hidung yang memang bersenggolan dengan pembuluh darah di dalam hidung. Pembuluh darah dalam hidung itu ukurannya sangat kecil.

2. Radang otak

Gambar Istimewa

Dampak buruk mencabut bulu hidung yang paling berat adalah infeksi otak. Hal ini dikarenakan daerah sekitar hidung dan mulut merupakan bagian tubuh dengan struktur anatomi yang unik dan kompleks.

Area ini kaya akan pembuluh darah balik (vena), di mana aliran darah dari hidung dan otak bertemu dan bermuara di sinus kavernosus di otak. Selain itu, ketika kamu mencabut bulu hidung hingga menyebabkan perdarahan, juga bisa menjadi sarang bagi bakteri.

Hal ini dikarenakan darah merupakan media yang sangat baik untuk tumbuhnya bakteri. Bakteri yang berkembang biak tersebut dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan menjalar ke otak, menyebabkan gumpalan di pembuluh darah otak dan sinus kavernosus.

3. Radang Paru-paru

Gambar Istimewa

Saat bulu hidung dicabut, Anda juga akan kehilangan faktor pertahanan terhadap debu dan kotoran dalam udara yang dihirup.

Akibatnya, berbagai kotoran akan mudah masuk ke dalam saluran pernapasan dan memicu peradangan saluran pernapasan, termasuk Radang Paru Paru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here