BEGINILAH TRADISI BUDAYA BESAR DI DEMAK

0
277
Grebek besar
Foto istimewa

Sejarah Grebeg Besar Di Demak

Grebeg Besar merupakan salah satu tradisi tahunan di kota Demak, Jawa Tengah. Grebeg Besar biasanya dilakukan setiap tanggal 10 Dzulhijjah atau Idul Adha.

Pada zaman dahulu acara Grebeg Besar ditunjukkan untuk mengenalkan agama Islam, adanya acara ini Walisongo bisa lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Demak.

Rangkaian Acara Grebeg Di sana

1. Melakukan Ziarah Ke Makam Sultan Demak Dan Sunan Kalijaga
2. Adanya Acara Pasar Malam Rakyat
3. Acara Selametan Tumpang Songo
4. Acara Kirab Budaya
5. Penjaman Pusaka Peninggalan Sunan Kalijaga

Tradisi Grebeg Besar tidak dapat dipisahkan dari peran walisongo dalam menyebarkan agama Islam, bagaimanakah tradisi Grebeg Besar di Demak. Menurut Nur Ahmad dalam Jurnal yang berjudul “Pertanyaan Grebeg Besar Demak Sebagai Sarana Religi Di Dalam Komodifikasi Dakwah”, awalnya tradisi Grebeg Besar diadakan sebagai upacara peringatan hari jadi masjid Demak yang dibangun oleh Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Gunung Jawi, serta Sunan Amper.

Sebelum hari jadi dilangsungkan, dipikirkan beberapa upaya untuk menarik hati masyarakat Demak yang belum memeluk agama islam.

Terbentuknya Tradisi Grebeg Di sana

Acara ini berisikan permainan maupun kesenian tradisional yang sangat digemari masyarakat Demak saat itu. Setelah keberhasilan acara tersebut, banyak masyarakat yang berdatangan ke masjid Demak untuk mengikuti acara Grebeg Demak. Konon katanya, acara Grebeg sebenarnya sudah ada sejak 1506 Masehi.

Tepatnya pada zaman kerjaan Majapahit, namun tradisi ini secara turun-temurun terus diwariskan dan digunakan oleh raja-raja di pulau Jawa.

Sejarah tradisi Grebeg Besar di Demak juga tidak bisa dipisahkan dari peran Sultan Fatah serta Sunan Kalijaga, karena Sultan Fatah dan Sultan Kalijaga memutuskan untuk membuat tradisi Grebeg sebagai media dakwah.

Baca Juga :  Manfaat Daun Ungu Untuk Atasi Rematik
Contohnya Grebeg Maulid, Grebeg Dall, Grebeg Syawal serta Grebeg Besar Mengutip dari jurnal yang berjudul dinamika Grebeg Besar Demak pada tahun 1999 hingga 2003 atau tinjauan sejarah dan tradisi 2014 karya Iwan Effendi.
disebutkan jika dalam bahasa Jawa Grebeg berarti suara angin yang menderup namun Grebeg juga bisa diartikan sebagai pengumpulan beberapa orang di suatu tempat sedangkan untuk kata Besar dalam Grebeg Besar diambil dari nama bulan besar atau Dzulhijjah.
Itu dia penjelasan mengenai acara perayaan Grebeg Besar di Demak, nah untuk mengetahui info menarik selanjutnya? yuk langsung aja mampir ke channel youtube “KanalDuniaIslam”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here