Mengenal Salah Satu Tokoh Besar Yaitu Al-Farabi

 

Islam kaya dengan para tokoh besar. salah satu diantaranya adalah Al-Farabi nama lengkapnya adalah Abu Nasir Muhammad Bin Al Farakh Al-Farabi (870-950). beliau lahir di Farab, Kazakhstan. Ia juga dikenal dengan nama lain Abu Nasir Al Farabi, di dunia barat dikenal sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir. Sejak kecil dia dikenal sangat cerdas dan cepat menguasai setiap bidang ilmu yang dipelajari nya.

Saat muda, dia belajar tentang agama islam dan musik di Bukara dan tinggal di kazakhstan sampai umur 50. Ia pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu di sana selama 20 tahun. Dia seorang filsuf, intelektual, dan musisi. Karya-karya besarnya masih bisa kita nikmati saat ini. Farabi dikenal karena kemampuannya di berbagai bidang. Antara lain matematika, filsafat, pengobatan, ilmu alam, teologi, dan musik. Di bidang filsafat, dia merupakan filsuf Islam pertama yang berhasil mempertalikan serta menyelaraskan filsafat politik

Yunani klasik dengan Islam

Sehingga, bisa dimengerti di dalam konteks agama-agama wahyu. Filsafat Al-Farabi merupakan campuran antara filsafat Aristoteles dan Neo-Platonisme. Dia dikenal dengan sebutan “guru kedua” setelah Aristoteles, karena kemampuannya dalam memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam ilmu filsafat. Di bidang musik, dialah penemu not musik. Temuan ini ia tulis dalam kitab al-Musiq al-Kabir (Buku Besar tentang Musik). Menurutnya, musik dapat menciptakan perasaan tenang dan nyaman.

Musik juga mampu mempengaruhi moral, mengendalikan emosi, mengembangkan spiritualitas, dan menyembuhkan penyakit seperti gangguan psikosomatik. Karena itu musik bisa menjadi alat terapi. Al-farabi memiliki sejumlah pemikiran di berbagai bidang. Antara lain tentang asal-usul negara dan warga Negara. Menurutnya, manusia merupakan warga negara yang merupakan salah satu syarat terbentuknya negara. Oleh karena itu manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantua

Baca Juga :  4 REKOMENDASI DESSERT KHAS PERANCIS

bantuan orang lain. Manusia juga menjalin hubungan-hubungan Tentang leadership atau kepemimpinan, al-farabi berpendapat pemimpin adalah seorang yang disebut sebagai filsuf yang berkarakter nabi. Yaitu orang yang mempunyai kemampuan fisik dan jiwa (rasionalitas dan spiritualitas).

Itulah info menarik yang kami sampaikan, nah, untuk info selanjutnya? Yuk langsung aja simak videonya dichannel youtube “KanalPengetahuanIslam”

Baca Juga: Warisan kesultanan di oman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here