Cara Mencegah Stroke yang Mematikan

0
153

"<yoastmark

Stroke adalah penyakit yang patut diwaspadai. Bagaimana tida, stroke tercatat menjadi peyakit penyebab kematian terbanyak setelah penyakit jantung dan kanker. Stroke juga merupakan salah satu faktor utama penyebab kecacatan serius. Meski demikian, stroke ini dapat dicegah dengan mengetahui dan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko serangan otak tersebut. Menjadi kewaspadaan, stroke sering terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga, sehingga penting sekali bagi siapa saja untuk mengenali gejala serangan agar dapat segera mencari pertolongan medis. Tindakan terapi yang cepat dan tepat bisa menyelamatkan hidup dan menghindari kecacatan serius pascastroke.

1. Ketahui faktor risiko stroke

Jika berkonsultasi dengan dokter, dokter biasanya akan mendeteksi dan memberi tahu jenis faktor risiko terjadinya stroke yang ditemukan, serta akan menyarankan tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk menghilangkan atau mengendalikan faktor risiko tersebut.  berikut ini beberapa faktor risiko stroke yang dapat dikontrol: Pernah terserang stroke Hipertensi Penyakit jantung Diabetes mellitus Kolesterol tinggi Merokok Penerapan gaya hidup tidak sehat Sementara, berikut ini faktor risiko yang tidak dapat dikontrol untuk diketahui: Usia Jenis kelamin Rasa Genetik atau keturunan Baca juga: Berapa Tekanan Darah Normal pada Anak-anak dan Remaja?

2. Cek tekanan darah rutin

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyebab utama terjadinya stroke, apa pun jenisnya. Semakin tinggi tekanan darah, maka kian besar pula risiko seseorang terkena serangan stroke. Oleh sebab itu, setiap orang hendaknya bisa mengecek secara teratur berapa tekanan darah. Apabila tekanan darah selalu di atas 140/90 mmHg, Anda dianjurkan untuk mendatangi dokter dan berkonsultasi mengenai perlunya melakukan terapi obat antihipertensi atau cukup hanya mengatur pola makan dan olahraga. Apabila dokter mendiagnosis hipertensi dan memberikan terapi antihipertensi, maka minumlah obat dan lakukan kontrol dokter secara teratur. Pemberian antihipertensi yang teratur dapat menurunkan angka kejadian stroke 35-44 persen.

Baca Juga :  7 Rekomendasi Micellar Water untuk Remaja

3. Cek apakah ada penyakit jantung

Penyakit jantung dapat diketahui berdasarkan keluhan dan pemeriksaan medis. Jika mengalami beberapa gejala berikut, Anda disarankan untuk segera mendatangi dokter: Dada terasa berdebar-debar Irama jantung tak beraturan Mudah lelah setelah beraktivitas Nyeri pada dada bagian kiri yang dapat menjalar ke bahu atau punggung kiri Baca juga: 10 Manfaat Biji Selasih, Baik untuk Tulang hingga Cegah Sakit Jantung Dokter biasanya akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk menentukan jenis kelainan jantung yang mungkin Anda alami. Dokter juga akan menetapkan tindakan danterapi yang akan diberikan.

4. Kendalikan diabetes

Diabetes dapat dikendalikan dengan diet rendah karbohidrat terutama dengan kadar gula tinggi, olahraga, serta konsumsi antidiabetik jika diperlukan. Seseorang dengan diabetes hendaknya memeriksa gula darah secara rutin dan menghindari diet yang dapat meningkatkan kadar gula darah hingga memicu terjadinya stroke.

5. Turunkan kolesterol Kadar

kolesterol dapat diturunkan dengan mengatur pola makan. Perbanyak diet rendah lemak dan banyak mengonsumsi sayur serta buah untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh tetap stabil. Olahraha juga dianjurkan terus dilakukan untuk membantu mengurangi kadar kolesterol tersebut. Apabila diperlukan, dokter mungkin saja bisa memberikan obat penurun kolesterol.

Lihat tips & trick lainnya disini.

Tonton video menarik dari Channel E Indonesia disini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here