29.3 C
Jakarta
Saturday, August 13, 2022

Spesies Gajah Purba Dengan Bentuk Unik

Diperkirakan, dulunya ada sekitar 350 spesies gajah di bumi, tetapi hampir semuanya punah, kecuali gajah Afrika dan Asia. Dari spesies yang telah punah itu, ada beberapa Gajah purba dengan bentuk unik dan berbeda dengan gajah yang kita kenal sekarang, lho! berikut ini spesies Gajah Purba dengan bentuk unik

1. American Mastodon

Foto Istimewa

Sesuai dengan namanya, American Mastodon dulunya menghuni benua Amerika. Habitatnya tersebar luas dari Amerika Utara, mulai dari Alaska, pesisir timur Amerika Serikat hingga Meksiko.Sesuai dengan namanya, American Mastodon dulunya menghuni benua Amerika. Habitatnya tersebar luas dari Amerika Utara, mulai dari Alaska, pesisir timur Amerika Serikat hingga Meksiko.

Tinggi gajah betina ialah 7 kaki (2,1 meter) dan jantan 10 kaki (3 meter). Beratnya bisa mencapai 6 ton, panjangnya mencapai 4,5 meter dan gadingnya memiliki panjang 2 meter, ujar Canadian Museum of Nature.

Gading mammoth berbulu lebih melengkung dibanding American Mastodon. Diperkirakan American Mastodon punah pada 10.500 tahun lalu.

2. Amebelodon

Foto Istimewa

Ciri khas paling menonjol dari Amebelodon adalah gading bagian bawah yang berbentuk seperti sekop. Dua gading ini bentuknya rata, pipih dan berdekatan.

Fungsinya adalah untuk menggali tanah dan mengikis kulit batang pohon, ungkap laman ThoughtCo. Habitatnya ialah di wilayah semi-akuatik dan rawa-rawa di Amerika Utara.
Sama seperti spesies gajah purba lain, Amebelodon adalah hewan herbivora dan memakan tanaman untuk bertahan hidup.

3. Deinotherium

Foto Istimewa

Kalau biasanya gading gajah melengkung ke atas, berbeda dengan Deinotherium. Gading gajah ini justru melengkung ke arah bawah dan cenderung pendek. Gajah ini bisa ditemukan di hutan di Afrika dan Eurasia dan hidup pada era Miosen Tengah hingga Modern, terang laman ThoughtCo. Mereka hidup pada 10 juta hingga 10.000 tahun lalu.

Baca Juga :  MENYERAMKAN! Kisah Hantu Penasaran Lastri Diperkosa Suami Sendiri

Dibandingkan dengan beberapa gajah lain, Deinotherium punya ukuran yang lebih besar. Panjangnya mencapai 16 kaki (4,87 meter) dan berat antara 4-5 ton. Bentuk tubuhnya menyerupai gajah modern, kecuali gadingnya yang melengkung ke bawah yang melekat di rahang bawah. Awalnya, para ilmuwan pun bingung dengan gadingnya yang unik ini.

4. Phiomia

Foto Istimewa

Diperkirakan, Phiomia memiliki panjang 10 kaki (3 meter) dengan berat 500 kg. Fosil yang ditemukan sangat terbatas, para ilmuwan hanya menemukan satu set gigi bagian atas dan bawah serta bagian kerangka yang terbatas. Anyway, meski gadingnya berukuran kecil, ini berguna untuk menyekop tanaman liar dari tanah dan mempertahankan diri dari predator.

Phiomia adalah gajah purba yang berbentuk unik. Tubuhnya mungkin mirip gajah modern, tetapi mereka memiliki belalai yang sangat pendek dengan empat gading mungil di rahang atas dan bawah, ungkap laman Extinct Animals. Gajah purba ini dulunya tinggal di seluruh Afrika dan Eurasia, sekitar 37-30 juta tahun lalu.

5. Moeritherium

Foto Istimewa

Gajah purba berbentuk unik ini hidup di era Eosen Akhir, tepatnya sekitar 37-35 juta tahun lalu. Panjangnya hanya 8 kaki (2,4 meter), tinggi 70 cm dengan berat hanya 235 kilogram saja. Cukup kecil dan ringan!

Dari bentuk tengkorak, Moeritherium tidak punya ciri-ciri yang mirip gajah. Tidak ada belalai yang panjang, yang ada hanyalah bibir atas yang fleksibel seperti tapir. Bentuk giginya pun lebih mirip tapir daripada gajah. Dulunya, Moeritherium tinggal di wilayah rawa-rawa di Afrika bagian utara, tutur laman ThoughtCo.

 

Previous articleDrama Korea My Name
Next articleTaman Wisata Iman Dairi

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
8,430SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles