1. A. Besi Berasal Dari Luar Angkasa

Penemuan astronomi modern berhasil mengungkap bahwa logam besi yang ada di Bumi ternyata berasal dari benda-benda luar angkasa. Temuan modern ini mengungkap logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan di dalam inti bintang-bintang raksasa.

Menurut beberapa ahli menyebutkan bahwa benda ini tidak dihasilkan dari sistem tata surya. Besi hanya dapat dihasilkan dari bintang-bintang yang berukuran lebih besar dari matahari yang suhunya mencapai ratusan juta derajat.

Bintang memiliki batas kemampuan dalam menanggung jumlah besi yang dihasilkan. Saat jumlahnya melebihi batas tertentu, maka bintang tersebut akan meledak. Peristiwa meledaknya bintang dikenal dengan istilah ‘supernova’.

Ledakan tersebut mengakibatkan meteor-meteor yang mengandung besi berhamburan ke seluh penjuru alam semesta. Kemudian, meteor yang mengandung besi itu tertarik oleh gaya gravitasi benda-benda angkasa lain, termasuk Bumi.

Peristiwa ini menjelaskan bahwa besi turun ke Bumi melalui meteor-meteor yang jatuh akibat ledakan bintang besar di luar angkasa. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam kitab suci Alquran.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi, melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”.

B. Sudah Tertulis Dalam Kitab Umat Islam

 Dalam ayat tersebut kata ‘anzalnaa’ dalam bahasa Arab berati ‘kami turunkan’. Penggunaan kata ini untuk besi dapat diartikan ‘kami ciptakan’ yang bermakna diturunkan dan dianggap merupakan kata kiasan untuk menjelaskan manfaat besi bagi manusia.

Namun jika menggunakan makna harfiah dari kata ini, yaitu ‘secara fisik diturunkan dari langit’, maka manusia bisa menyadari bahwa ayat Alquran tersebut mengungkap keajaiban ilmiah yang luar biasa.

2. Mukjizat Terciptanya Berpasangan

Pada 1933, seorang ilmuwan Inggris, Paul Dirac dianugerahi hadiah Nobel di bidang fisika melalui temuannya yang disebut Parite. Penemuan itu mengungkapkan bahwa materi diciptakan berpasangan dengan lawan jenisnya.

Baca Juga :  Imam Al Ghazali, Pembela Islam Lewat Filsafat

contoh sebuah elektron anti-materi akan bermuatan positif, sedangkan protonnya bermuatan negatif.

“Setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat”

Itulah informasi mengenai mukjizat yang ada di dalam Al-Qur’an. nah untuk info selanjutnya? yuk langsung aja simak videonya di channelnya “KanalPengetahuanIslam” 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!