Globe yang kita kenal saat ini melalui proses penciptaan yang panjang  

Karena Globe lahir dari pemikiran, eksperimen, dan penjelajahan para ilmuwan, Sosok kunci kelahiran globe adalah ilmuwan Muslim bernama Al Idrisi, Nama lengkapnya Abu Abd Allah Muhammad Al Idrisi Al Qurtubi Al Hasani Al Sabti.

Orang-orang Eropa menyebutnya Dresses Ia lahir di Ceuta, Spanyol pada 1100, Saat usaianya masih 16 tahun, ia berkunjung ke Asia Kecil.

Setelahnya, Al Idrisi melakukan perjalanan di sepanjang pantai selatan Perancis, mengunjungi Inggris, dan melakukan perjalanan secara luas di Spanyol dan Moroko.

Selain menghimpun pengalaman pribadi, ia tekun mengumpulkan data geografis seluruh dunia dengan berbagai cara.

Mulai dari bertanya pada para pedagang dan wisatawan, hingga memunculkan antitesis yang mengkritik para ahli geografi sebelumnya.

Para navigator laut dan perencana militer Eropa pun tak asing dengan namanya. Hingga akhirnya Raja Roger II, seorang raja di Sicilia keturunan Normandia mengundangnya.

Raja Roger memintanya membentuk sebuah peta dunia yang komprehensif. Namun ia tak langsung menerima tawaran itu, Al Idrisi memberikan satu syarat kepada sang raja.

Ia meminta agar dokumen sejarah sebelum pemerintahan beralih ke Raja Roger di Sicilia saat di bawah kendali kaum Muslim agar tak dihapus.

Raja Roger II mengabulkan syarat itu. Al Idrisi juga berusaha meyakinkan bahwa karyanya tak bisa diganggu gugat sebagai peta Bumi yang berbentuk bulat.

Bukan Sekadar Bola Dunia

Membuat globe saat itu bukan perkara mudah. Butuh pengumpulan data selama 15 tahun hingga lahir sebuah peta globe lengkap.

Al Idrisi membongkar berbagai catatan para ilmuwan sebelumnya. Ia mencoba membuat pendapat yang berbeda dengan menggunakan data yang lebih ketat.

Baca Juga :  KISAH NABI YUSYA, MENAHAN MATAHARI

Dari 70 lembaran peta datar yang dia buat, lalu disambungkan dalam simpul terdekat koordinat astronomi.

Kemudian dalam bola perak yang beratnya kira-kira 400 kilogram dengan diameter sekitar 80 inci. Di dalamnya terdapat tujuh benua.

Selain itu, Al Idrisi melengkapinya dengan rute perdagangan, danau, sungai, dataran tinggi, dan pegunungan.

Bola perak itu menjadi peta bumi bulat berbahan perak yang tahan lama. Peta dunia tersebut menjadi bagian dari kemajuan sains tertua di era pra-modern.

Peta bumi bulat Al Idrisi dianggap paling akurat sepanjang 300 tahun. Globe tersebut dapat diputar 180 derajat. Namun bagian utara berada di bawah.

Anwar Ul Haque, mencatat bahwa Al Idrisi melengkapi peta Bumi bulat tersebut dengan kitab megah Nuzhat Al Mushtaq Fikhtiraq Al Afaq atau Buku Perjalanan yang Menyenangkan ke Negeri-negeri yang Jauh.

Di dalamnya berisi semacam catatan kaki dari globe. Ensiklopedia itu memuat bagian-bagian dari peta secara detil dan lengkap.

Itulah informasi mengenai Tokoh muslim yang memiliki ahli pembuatan globe, nah untuk info selanjutnya? yuk langsung aja simak video ini di channel youtubenya “KanalPengetahuanIslam”.

Baca Juga: Fatimah Al Fahri, Wanita Pertama Pendiri Universitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here