Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,halo sahabat kanal sejarah islam kali ini kita akan membahas hulagu khan menaklukan baghdad.

gambar istimewa

Dilema menyerang Baghdad, Hulagu Khan meminta pendapat ahli matematika. Penguasa Mongol itu pun mantap menghancurkan Baghdad dan kekayaan intelektualnya.

PADA 1257, Hulagu Khan (1218-1265), cucu Genghis Khan, mengulang kebengisan kakeknya di Baghdad. Seperti biasa sebelum menyerang, penguasa Mongol itu mengirim utusan untuk mengultimatum Khalifah Abassiyah, Al-Mustasim Billah, untuk menyerah tanpa syarat. Namun, astronom Husim al-Din menyarankan agar Hulagu Khan membatalkan niat mengepung Baghdad karena berbagai pertanda dan planet-planet tidak mendukungnya.

Apabila Hulagu Khan tidak membatalkan rencananya, kata Husim al-Din, enam petaka akan muncul di hadapannya: semua kuda akan mati dan seluruh tentaranya akan jatuh sakit, matahari tidak akan terbit, hujan tidak akan turun, badai akan menerjang dan dunia akan hancur oleh gempa bumi, rumput tidak akan tumbuh, dan Raja Agung (Hulagu Khan) akan wafat tahun ini juga.

Terjebak dalam dilema ini, Hulagu memanggil Nasir al-Din al-Tusi, ahli matematika (penemu trigonometri), mantan anggota sekte Hasyasyin. Hulagu mengangkatnya sebagai penasihat pasca penghancuran Alamut,” tulis Fernando Baez, pakar perbukuan dan perpustakaan asal Venezuela, dalam Penghancuran Buku dari Masa ke Masa.

Menurut Antony Black, profesor emeritus di Universitas Dundee, Skotlandia, al-Tusi dikenal sebagai ahli matematika dan astronom yang cukup tenar. Kecakapan itu justru menimbulkan masalah baginya: dia dipaksa bekerja selama kurang lebih 20 tahun sebagai astrolog di benteng Alamut (selatan Laut Kaspia) milik kelompok Nizari-Ismailiyah (sekte Hasyasyin). Benteng pertahanan itu dilengkapi perpustakaan yang terkenal, sehingga dia tetap bisa melanjutkan aktivitasnya sebagai astronom.

Kaum Ismailiyah percaya bahwa dunia diatur oleh revolusi-revolusi ilahiah yang dapat dilacak di bintang-bintang, dan kelihatannya kaum Naziri Ismailiyah memercayai al-Tusi ketika dia mengatakan, sewaktu Mongol menyerang benteng mereka (1255-1256), bahwa saat ini adalah waktunya untuk menyerah. Al-Tusi kemudian menjadi astrolog dan penasihat Hulagu. Dia mendukung ekspedisi Hulagu melawan Baghdad,” tulis Antony Black dalam Pemikiran Politik Islam: Dari Masa Nabi hingga Masa Kini.

Baca Juga :  Ibnu Al Haytham-Ilmuwan Muslim Terbesar Di Bidang Optics

Setelah mendengarkan pendapat dari seluruh penasihat Hulagu, al-Tusi mengatakan “perhitungan-perhitungan itu (Husim al-Din) salah semua. Tak akan terjadi apa-apa jika Anda menyerang Baghdad.”

Kalimat tersebut, menurut Baez, menjadi penentu bagi Hulagu menyerang Baghdad. Dia segera memerintahkan pasukannya menyeberang Sungai Tigris. Setelah menghancurkan desa-desa di pinggir Baghdad, pasukan Mongol mengepung kota itu pada 15 November 1257. Sang Khalifah balik menyerang di Bashira. Dalam empat jam pertempuran, 12.000 tentara tewas.

Pada 4 Februari 1258, Hulagu menerima kabar bahwa pasukannya telah memasuki Baghdad. Pertempuran sengit terjadi di dalam kota selama sepekan. Khalifah Al-Mustasim menyerah, namun pertumpahan darah terus terjadi. Lebih dari 500.000 mayat bergelimpangan di jalanan. Hulagu menangkap Sang Khalifah dan membawanya masuk Istana Rihainiyyin. Dalam istana, seluruh anggota kerajaan –kecuali satu putra dikirim kembali ke penjara– dihabisi tanpa ampun.

Pada masa itu, Baghdad memiliki sekolah-sekolah terpenting di bidang hukum, matematika, dan sastra. Baghdad memiliki kekayaan bibliografis yang tak terperikan. “Khalifah Abassiyah, Abu Ahmad Abdullah ibn al-Mustasim, dikenal sebagai Al-Mustasim Billah, membawa buku-buku itu dari seluruh penjuru Persia,” tulis Baez.Keturunan Genghis Khan lainnya, Timurleng, menyerang Baghdad pada 1393 dan meluluhlantakkan apapun yang dia temukan. Tentaranya bergerak ke Suriah dan menghancurkan setiap buku yang dimiliki lawan mereka.

Setelah penaklukan Baghdad, menurut Antony, al-Tusi diangkat sebagai wazir (menteri) dan pengawas lembaga-lembaga agama untuk Hulagu dan penerusnya. Hulagu mempunyai sebuah observatorium yang dibangun untuk al-Tusi yang memungkinkannya menyusun tabel-tabel astronomi baru. Dia menulis banyak karya, di antaranya Peraturan dan Kebiasaan Raja-raja Kuno (mungkin dipersembahkan untuk seorang raja Mongol), yang berisi nasihat-nasihat tentang keuangan negara.

BACA JUGA http://KISAH NABI DANIAL DAN SINGA

Baca Juga :  WARGA NON MUSLIM JERMAN YANG PROTES ADA MASJID BERKUBAH

Nah untuk info selanjutnya? yuk langsung aja mampir ke channel youtube http://Kanal Sejarah Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here