32.9 C
Jakarta
Friday, August 12, 2022

PERTEMUAN SUNNI VS SYIAH

Assalamualaikum Warrahamatullahi Wabarakatuh, halo sahabat Kanal Sejarah Islam kali ini kita akan membahas Sultan Salim satu penyelamat Daulah utsmaniah.

Hai kagum dan rindu itulah perasaan saat ketika sekilas 9 tahun kepemimpinan seorang Sultan Salim satu, cucu penakluk konstantinopel Muhammad Al-Fatih yang menghabiskan waktunya di atas kuda mengembalikan negara-negara Islam yang direbut pasukan Salib dan dari pasukan Syiah safawiyah dikala kepemimpinan bapaknya Sultan bayazid sedang lemah. Keadaan Genting ini diperparah oleh kerjasama Daulah Safawiyah yang berhaluan Syiah yang dipimpin Ismail syafawi dengan kerajaan Kristen dan Alfonso de Albuquerque pemimpin Alfonso de Albuquerque pemimpin pasukan laut Portugal untuk menghilangkan Daulah ustmaniah dari peta dunia setelah jatuhnya Islam di Andalusia dan rencana jahat mereka untuk menggali makam Rasulullah SAW.

Muhammad Al Fatih
Muhammad Al Fatih

TAHUN 913 H/ 507 M

Ismail As Safawi menginvasi kerajaan kecil Dzil Qadariyah yang ada dibawah Turki Utsmani karena ketamakannya dan dendam karena lamarannya untuk putri Raja Dzil Qadariyah Bozkort Beik ditolak. Di kota itu Ia menghancurkan kuburan ulama-ulama Sunni dan membakar sisa tulang belulangnya. Kemarahan Salim Satu memuncak ketika mengetahui kejahatan Ismail As Safawi itu. Kemarahan Salim Satu memuncak ketika mengetahui kejahatan Ismail As Safawi itu. Ia menyiapkan 100.000 tentara yang langsung ia pimpin sendiri ditemani anaknya yang masih berusia 12 tahun Sulaiman Al-Qanuni menuju ibu kota Daulah safawiyah Tabriz, meskipun tanpa restu dari bapaknya Sultan Bayazid dan penasihat istana.

Sultan Salim
Sultan Salim

Penyebabnya kekhawatiran Sultan Bayazid akan jarak yang jauh matahari yang terik dan musuh yang penuh tipu muslihat, namun Sultan Salim Muda tidak bergeming ia berangkat dengan pasukannya. Mengetahui pasukan Turki Usmani telah bergerak dengan 100 ribu tentaranya Ismail asyafawi seperti karakter penganut syafawi licik membakar pepohonan yang menyediakan bahan makanan yang tumbuh di sepanjang jalan yang dilalui pasukan sultan salim I, agar pasukan uiĀ  satu agar pasukan muslimin kelelahan dan kelaparan sebelum perang mereka lalu melakukan manuver-manuver lainnya dari berbagai arah mengulur waktu untuk menghabiskan energi pasukaan Islam, Maka tepat pada tanggal 2 rajab 920 H/ 23 Agustus 1514 M.

Baca Juga :  Kisah 2 Muadzin Yang Masuk Neraka
Kerajaan As Safawi
Kerajaan As Safawi

 

PEPERANGAN

Peperangan pasukan muslimin dengan pasukan Syiah safawiyah peperangan yang tidak seimbang ini dimenangi oleh pasukan Sultan Salim satu, pasukan Syiah safawiyah terdesak tercerai-berai dan melarikan diri termasuk pemimpin mereka Ismail AS Syafawi setelah kaki dan tangannya terluka ia mengganti baju dengan pakaian tentaranya untuk mengelabui pasukann muslim sehingga selamat dari kematian. Dengan lantunan takbir lembah kalau diran menjadi saksi sujud syukur Sultan salim satu atas pertolongan Allah SWT. Belum basah darah yang menempel dipakaian pasukan muslimin mereka melanjutkan perjalanan ke kota tabriz yang merupakan ibukota Daulah safawiyah dimana IsmailĀ  Syafawi melarikan diri kesana, begitulah karakter Sultan Salim Satu yang tak kenal kata lelah dalam kamus hidupnya. Amanah memimpin kaum muslimin selama sembilan tahun. Ia habiskan diatas Kuda menyelematkan negara-negara Islam yang terjajah baik oleh Syiah atau Pasukan Kristen dengan membawa putra Mahkota yang masih beliau usia 12 tahun yang nantinya mewarisi Tahta selama 46 tahun dengan segudang jasanya untuk umat Islam.

Kota Tabriz
Kota Tabriz

Mengetahui kedatangan pasukan Sultan Salim satu Ismail melarikan diri karena takut kepalanya dipenggal meningalkan istri-istri dan anak-anaknya di belakangnya bersembunyi di sebuah kota bernama Choi . Tepat hari Jumat 8 rajab tahun 920 Hijriyah pasukan muslimin menguasai kota tabriz, adzan dilantunkan dan shalat jumat pertama kali dilaksanakan setelah Syiah menghapus ritual wajib itu dari masyarakat Sunni di sana, tak hanya setelah itu beliau tidak pernah istirahat selalu ada di atas kudanya selama sembilan tahun dari satu perang ke perang lainnya untuk menyatukan kembali negeri-negeri Islam yang tercerai berai dari rencana busuk kaum safawiyah yang bekerja sama dengan pasukan kristen Eropa yang menggali dan memindahkan makan Rasulullah SAW. Tak heran jika sejerawan menyebutnya sebagai penyelamat Daulah utsmaniah. Allah SWT menghendaki lain ketika tubuh sang pemberani itu dihinggapi penyakit disebabkan kelelahan karena terlalu banyak melakukan perjalanan jihad dan terik matahari sudah saatnya ia turun dari kudanya dan mereguk manisnya balasan dari yang maha kuasa atas perjuangannya. 9 syawal 926 H penyelamat kabur Rasulullah SAW ini menemui sang khaliq semoga Allah SWT senantiasa merahmati mu wahai Sultan Salim Satu.

Baca Juga :  EDISI NUAIMAN - Menjahili Rasulullah dengan Menghadiahi Sebotol Madu

Nah, untuk info selanjutnya? yuk langsung aja mampir ke channel youtubenya “Kanal Sejarah Islam”

BACA JUGA KEBENGISAN HULAGU KHAN DAN RUNTUHNYA KEKHALIFAHAN ISLAM DI BAGHDAD

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
8,420SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles