27.7 C
Jakarta
Tuesday, July 9, 2024

Ternyata Ini 4 Letusan Gunung Berapi Terdahsyat di Dunia

Letusan gunung berapi menjadi salah satu bencana alam yang paling merusak dan menyebabkan kerugian. Tidak hanya harta benda, tetapi juga hilangnya nyawa ratusan ribu manusia. Sejak akhir 1700-an, gunung berapi telah menyebabkan lebih dari 250 ribu kematian.

Sepanjang sejarah, setidaknya terdapat empat kejadian gunung meletus paling buruk yang menyebabkan banyak kematian serta kerugian. Melansir dari britannica.com, berikut empat letusan gunung berapi paling dahsyat dalam sejarah:

Gunung Tambora

gambar istimewa

Letusan Gunung Tambora merupakan erupsi terbesar dari keempat letusan tersebut. Peristiwa itu terjadi pada 10-11 April 1815 di Pulau Sumbawa, Indonesia. Lima puluh kilometer kubik magma dikeluarkan di awan abu plinian dan aliran piroklastik. Lapisan abu dengan ketebalan lebih dari 1 sentimeter jatuh di lebih dari 500 ribu kilometer persegi wilayah Indonesia dan Laut Jawa.

Sebelum letusan, Gunung Tambora adalah gunung stratovolcano dengan ketinggian sekitar 4.300 meter, setelah erupsi sekitar 1.400 meter kerucut puncak hilang, dan sebagai gantinya ada kaldera yang runtuh dengan lebar 6 kali 7 kilometer dan kedalaman 1 kilometer.

Sekitar 10 ribu orang tewas oleh letusan eksplosif dan tsunami yang disebabkan oleh aliran piroklastik besar yang memasuki laut. Kerugian pertanian dari endapan abu tebal mengakibatkan kelaparan dan penyakit yang menyebabkan kematian tambahan 82 ribu jiwa

Gunung Krakatau

gambar istimewa

Letusan terbesar kedua abad ke-19 juga terjadi di Indonesia. Gunung Krakatau, gunung berapi komposit di pulau kecil tak berpenghuni antara Sumatera dan Jawa, meletus secara eksplosif pada 26–27 Agustus 1883. Letusannya mirip dengan letusan Tambora tetapi lebih kecil, melibatkan sekitar 18 kilometer kubik magma meletus di awan abu Plinian dan aliran piroklastik.

Ketika letusan telah mengosongkan sebagian dari dapur magmanya. Gunung ini runtuh membentuk kaldera yang sebagian berada di bawah permukaan laut. Dua puluh tiga kilometer persegi pulau menghilang  dan puncak gunung berapi setinggi 450 meter tenggelam di air sedalam 275 meter.

Ledakan terbesar terjadi pada 27 Agustus dengan menghasilkan awan abu yang dilaporkan mencapai ketinggian 80 kilometer dan ledakannya terdengar hingga Australia. Tsunami setinggi lebih dari 30 meter mengikuti ledakan akibat runtuhnya kaldera dan menewaskan sekitar 36 ribu orang di pantai Jawa dan Sumatra.

Gunung Pelée

gambar istimewa

Pada 8 Mei 1902, terjadi letusan dahsyat Gunung Pelée, sebuah stratovolcano di pulau Martinique di Laut Karibia. Meskipun magma yang meletus kurang dari 1 kilometer kubik, sebagian besar membentuk aliran piroklastik berkecepatan tinggi yang menyapu lembah curam ke Pelabuhan Saint-Pierre. Dalam beberapa menit kota dan hampir semua penduduknya, sekitar 29 ribu orang terbakar panas dari letusan.

Gunung Ruiz

gambar istimewa

Bencana vulkanik terburuk abad ke-20 terjadi pada 13 November 1985. Letusan Gunung Ruiz di Pegunungan Andes, Kolombia, menewaskan 25 ribu orang. Gunung berapi ini cukup tinggi, yakni 5.400 meter dengan dilapisi es glasial.

Letusan eksplosif Gunung Ruiz menumpahkan beberapa juta meter kubik fragmen piroklastik panas ke es di sekitar kawah puncak. Akibatnya gelombang air lelehan mengirimkan aliran lumpur besar ke ngarai di sisi timur dan barat gunung berapi. Letusan itu menewaskan 20 ribu penduduk.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles