31 C
Jakarta
Saturday, July 13, 2024

Begini Asal Usulnya Tari Kecak, Tarian yang Berasal dari Bali

Sudah pernahkah kamu mencoba menari tari Kecak? Jika sudah, itu tandanya kamu keren sekali. Karena, tidak semua orang sudah ataupun bisa melakukan tarian tersebut, karena tari Kecak termasuk tarian yang tidak gampang untuk dipelajari.

Tapi, apakah kamu tau tentang asal usulnya tari Kecak yang satu ini? Jika belum, yuk! kita simak dan pelajari tentang asal usul tari Kecak yang berasal dari Bali ini.

Asal usul tari Kecak

gambar istimewa

Tari Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya berada pada kondisi tidak sadar, atau kesurupan.

Tari Kecak mempertontonkan puluhan bahkan lebih penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan ‘cak’ berulang kali dan mengangkat kedua lengan. Peristiwa tersebut dalam Ramayana digambarkan saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.

Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang yang menggunakan alat musik sebagai pengiring hanya menggunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana

Ritual tarian sanghyang sebagai bentuk komunikasi dengan Tuhan atau ruh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya pada masyarakat.

Tari Kecak tercipta atas inisiasi dua tokoh, yaitu satu penari dari Bali, Wayan Limbak, dan seorang pelukis dari Jerman, Walter Spies. Pada tahun 1930-an mereka menciptakan Tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak kemudian mempopulerkan Tari Kecak saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali dari sanggarnya.

Tari Kecak di desa, Bali

gambar istimewa

Tari Kecak mengalami perkembangan dari segi pementasan cerita. Dari cerita yang digunakan, Tari Kecak tidak lagi sepenuhnya representatif dengan epos Ramayana.

Dari segi pementasan, Tari Kecak tidak lagi ditemui di Desa Bona, Giannyar, Bali melainkan sudah tersebar di beberapa desa di Bali termasuk Pecatu. Lakon Ramayana dalam pertunjukkan Tari Kecak itu diketahui dari tata rias dan busana para penarinya, seperti penokohan Rama, Hanoman, Sinta dan Rahwana.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
27,000SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles