25.6 C
Jakarta
Monday, July 8, 2024

Beginilah Asal Usulnya Rasa Takut yang Sering Kali Menghantui Pikiranmu

Apa saja sih ketakutan yang paling kamu takutkan? Apakah saat melihat ketinggian jurang? Kedalaman laut? Atau saat melihat hantu?

Takut memang perasaan yang naluriah yang dimiliki oleh manusia. Karena, semua orang pasti pernah mengalaminya dan ini sangatlah wajar. Tapi, kenapa sih hal ini terus saja terjadi dan menghantui pikiran kita?

Sebenarnya, rasa takut itu berawal dari ekspektasi kita tentang macam-macam bahaya.

rasa takut
Gambar Istimewa

 

Ketika kamu takut akan hantu, biasanya kamu sudah punya pikiran jelek dahulu kalau akan bertemu hantu. Walaupun ini masih dalam pikiran kamu dan belum ada buktinya, tanpa sengaja kamu sudah membuat ekspektasi.

Hati hati ya, karena konon katanya, hantu bisa mengetahui isi pikiran kita kalau kita sedang membicarakannya. Makanya, perbanyakin berdoa dan juga jangan mengganggunya.

Berekspektasi tinggi bisa membuatmu takut. Namun, kalau ekspektasi itu benar, ketakutanmu pun pasti akan hilang.

Kalau kamu sudah muncul pikiran-pikiran jelek seperti itu, alangkah baiknya kamu bisa mengalihkan pikiranmu itu, dengan memikirkan hal yang positif. Misalnya, ketika kamu takut akan hantu, hilangkan pikiran buruk itu dengan menonton film atau nyalakan lampu kamar kamu. Dengan begitu, kamu pasti langsung lupa dengan hal itu.

Sensitifitas tubuhmu juga bisa membuat rasa takutmu muncul. Awalnya dari indra, kemudian ke otak juga.

Setiap indra manusia punya sensitifitasnya masing-masing. Seperti kulit, telinga, mata, dan yang lainnya. Ketika indra tersebut mendapat rangsangan, ia menjadi sensitif dan mengirim sinyal ke otak.

Bayangkan saja ketika kamu tiba-tiba merinding karena kulitmu terkena helaian rambutmu. Rasa itu dapat membuatmu berpikir kalau ada hantu mendekat karena tubuh dan otakmu sedang bekerja sama. Syaraf di kulitlah yang jadi sistem syaraf paling awal, yang bekerja memicu ketakutan.

Setelah dari otak, menjalarlah ke seluruh tubuh. Muncullah respon-respon yang tidak kamu sengajai dan tidak disadari.

Biasanya akan ada beberapa repons yang biasanya dialami oleh orang saat takut. Seperti berteriak, loncat, bahkan merinding ketakutan.

Ada bagian lain dari otak yang ikut bereaksi. Berkatnya,  kamu jadi punya respon untuk berusaha melindungi diri, seperti melawan penjahat atau detak jantung kamu berdecak cepat dan deg-degan, bahkan keringat dingin.

Kalau sinyal takutmu mencapai kelenjar adrenal, anggota tubuhmu pasti akan reflek melakukan apa yang seharusnya terjadi, seperti berlari dari bahaya.

Ingin rasa takutmu menghilang? Cobalah untuk berpikir positif!

Berpikir positif memang penting. Membuat kamu jadi tidak berekspektasi buruk atau berlebihan. Kalau otak dan pikiranmu isinya hal hal positif, pasti tubuhmu tidak akan menerima sinyal takut juga, bukan?

Yuk, berpikirlah positif dari sekarang, biar rasa takut mu itu mengurang dan menghilang!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles