30.1 C
Jakarta
Saturday, July 13, 2024

Presiden Ukraina Zelensky Akan ‘Curhat’ ke Warga RI Hari Ini

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan menyapa masyarakat Indonesia secara daring dalam forum yang diselenggarkan oleh komunitas hubungan internasional di Indonesia dan Asia Tenggara atau Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Jumat (27/5) sore.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Pendiri FPCI sekaligus mantan Wakil Menlu RI, Dino Patti Djalal. “Kegiatan ini merupakan pertama kalinya bagi Presiden Zelensky menyapa langsung masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara di tengah perang yang berkecamuk antara Rusia dan Ukraina,” ujar Dino dalam keterangan tertulis, Kamis (26/5).

Realitas peperangan yang sedang terjadi di Ukraina

Dino menuturkan masyarakat Indonesia perlu dengan jelas mengetahui realitas peperangan yang sedang terjadi di Ukraina.

“Publik forum penting karena pertama kalinya Presiden Zelensky melakukan outreach di luar lingkaran Eropa dan Amerika,” imbuhnya.

Dino berharap sambutan Zelensky didengar oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat lainnya di Asia Tenggara. Ia menuturkan apa yang terjadi di Ukraina menimbulkan dampak sistemik baik secara politik dan ekonomi untuk negara-negara di dunia termasuk Indonesia. Perang di Ukraina memang menimbulkan pro-kontra di tanah air.

Berkaitan langsung dengan prinsip-prinsip yang sakral bagi Indonesia

Akan tetapi, publik Indonesia sangat perlu menyadari bahwa invasi Rusia terhadap Ukraina ini berkaitan langsung dengan prinsip-prinsip yang sakral bagi Indonesia yaitu kemerdekaan, kedaulatan, persatuan nasional, intervensi luar, kemanusiaan dan demokrasi.

FPCI akan menggelar dialog daring dengan Zelensky sekitar pukul 15.00 WIB dalam forum publik “Dari Hati-ke-Hati: Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy Menyapa Indonesia”.  Rusia dan Ukraina telah mengadakan pembicaraan sporadis sejak Moskow melancarkan invasi pada 24 Februari lalu.

Tidak mungkin menghentikan perang

Akan tetapi, rentetan dialog itu tak membuahkan hasil nyata, terutama soal penghentian invasi hingga akhirnya kedua belah pihak memutuskan menghentikan perundingan. Meski begitu, Zelensky menegaskan tidak mungkin menghentikan perang tanpa melibatkan semacam diplomasi. Adapun Rusia masih terus menggempur Ukraina, terlepas dari hujanan sanksi dan boikot internasional.

Bahkan, Rusia mengklaim kemenangan besar di Mariupol, usai menguasai pabrik baja Azovstal yang menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di kota pelabuhan itu, Jumat (20/5). Bahkan, menuding Rusia terang-terangan melakukan genosida di wilayah timur Ukraina di mana pasukan Moskow sedikit lagi mengepung Donbas dan sekitarnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles