29.3 C
Jakarta
Saturday, August 13, 2022

Mengapa Kebanyakan Orang Menyukai Film Horor? Ini Alasan Psikologisnya

Film “KKN di Desa Penari” mendapatkan apresiasi luar biasa dari masyarakat berdasar jumlah penonton yang terus bertambah. Meski sempat rilis tertunda akibat pandemi Covid-19, film ini mencetak rekor dengan menjadi film horor terlaris sepanjang masa di Indonesia.

Setelah tayang selama 19 hari atau sejak 30 April 2022 jumlah penontonnya mencapai 7 juta orang. Jumlah tersebut menggeser penjualan tiket dari film Pengabdi Setan (2017). Saat itu film horor arahan Joko Anwar dapat menjual sekitar 4,2 juta tiket.

Film horor produksi dalam negeri beragam, mulai dari urban legend hingga membuat ulang dengan judul yang sama sebelumnya. Meksipun tak semua film horor mendulang kesuksesan, namun ganre tersebut memiliki penikmat tersendiri.

 Alasan banyaknya orang suka menonton film horor

gambar istimewa

Psikolog Rini Hapsari Santosa menyatakan terdapat sejumlah alasan masyarakat suka menonton film horor. Menurut dia, film horor memiliki sisi misterius dan mistik yang menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat. Sebab tema horor terasa dekat dengan konteks masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai latar belakang budaya dan kepercayaan.

Kemudian, hal mistis juga berada dalam perbatasan antara kenyataan atau fiksi atau khayalan. Selain memiliki daya tarik tersendiri, mistis juga mengundang rasa ingin tahu sekaligus perdebatan.

“Jadi itu sesuatu yang memang berdiri antara kenyataan atau bukan seperti itu, jadi hal yang menarik. Karena jadi di satu sisi itu relate dengan kehidupan sehari-hari karena di masyarakat kita juga mungkin banyak sedikit banyak bersentuhan dengan hal-hal mistis,” kata Rini kepada Liputan6.com.

Dia menjelaskan menonton seperti halnya membaca yang memberikan pengalaman tersendiri kepada orang yang menikmatinya. Penonton juga merasa menjadi bagian dari alur film yang disajikan. Sebab sebuah tayangan atau film memang didesain untuk menggugah penonton dan biasanya terbawa.

Baca Juga :  Kronologi Aktris Thailand Tangmo Nida Meninggal Dunia

Ketika merespon stimulus yang ditampilkan, tubuh juga akan bereaksi secara fisik ataupun psikologis. Seperti halnya menonton film horor yang biasanya memberikan sensasi yang cukup intens. Mulai dari penonton yang berdebar-debar dan ketegangan saat menyaksikan adegan yang dianggap menakutkan atau mengagetkan.

Rini menilai dinamika sensasi naik turun itu biasanya yang disukai para penikmat film horor. Kendati begitu respons setiap orang akan berbeda tergantung akumulasi pengalaman dan minatnya.

“Karena itu penting untuk tetap memperhatikan batas usia penonton dan batas rasa nyaman diri kita pribadi. Adegan atau stimulus yang terlalu intens dapat dirasakan terlalu mengganggu bagi sebagian orang,” Rini menandaskan.

Kemudian, kata Rini biasa penikmat film horor juga didasarkan pada pengalaman seseorang dengan kehidupannya. Sensasi ketakutan atau jantung berdebar-debar saat menonton membuat seseorang tertantang adrenalinnya.

Film yang menegangkan itu muncul akan memberikan stimulus yang membuat badan atau sistem tubuh seseorang orang langsung memberikan respons. Namun hal tersebut menurut Rini tergantung dengan pengalaman pribadi seseorang.

“Jadi faktor pembiasaan juga sih, pengalaman akumulasi juga. Jadi kalau dia udah berkali-kali nonton terus juga memang karena pengalaman tegang diikuti dengan rileks. Saat tegang kita berdebar-debar jadi ikut tegang badan tegang, otot tegang kalau udah selesai ada efek kelegaan juga,” Rini menjelaskan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
8,430SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles