25.6 C
Jakarta
Sunday, June 26, 2022

4 Perempuan yang Sukses di Bidang Teknologi, Sangat Menginspirasi!

Perempuan bisa gak, sih, punya karier mentereng di bidang teknologi? Mungkin pertanyaan ini yang masih membayangi para srikandi kita yang ingin berkarier di bidang ini. Apalagi, sektor ini masih didominasi laki-laki, yang membuat perempuan ragu-ragu buat masuk ke bidang teknologi.

Nyatanya sudah banyak perempuan yang telah mengukir nama mereka di bidang teknologi. Mereka membawa pemikiran yang inovatif dan menghasilkan berbagai terobosan di tempat mereka berkarier. Bahkan, beberapa di antara mereka pernah masuk menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia. Berikut adalah enam perempuan yang sukses di bidang teknologi.

Whitney Wolfe Herd

gambar istimewa

Siapa yang suka main Bumble? Ternyata inilah sosok yang menjadi Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Bumble. Sebelum menciptakan Bumble, Whitney adalah Co-founder dari aplikasi kencan lainnya, yaitu Tinder. Namun, dia keluar karena kasus pelecehan seksual yang dialaminya.

Setelah keluar dari Tinder di tahun 2014, Whitney menciptakan aplikasi kencan yang berfokus pada perempuan, Bumble. Perlahan, usaha Whitney di Bumble pun diakui oleh publik. Majalah TIME menobatkan Whitney sebagai salah satu orang berpengaruh di tahun 2018 karena komitmen dan tindakannya yang menolak untuk dibungkam oleh laki-laki. Di tahun 2021. Whitney menjadi CEO perempuan termuda yang membawa perusahaannya, Bumble, ke IPO.

Susan Wojcicki

gambar istimewa

Sebelum Larry Page dan Sergey Brin memiliki kantor, mereka menyewa garasi sebagai kantornya. Garasi itu milik Susan Wojcicki, yang saat ini menjadi CEO YouTube. Perempuan yang menjulukinya dirinya sebagai ‘ibunya’ Google ini memang sosok yang berjasa bagi perusahaan mesin pencari terbesar di dunia. Susan adalah sosok kunci yang ikut mengembangkan AdSense dan Google Books. Kariernya di Google melesat hingga mencapai posisi wakil presiden senior di bidang periklanan dan perdagangan.

Baca Juga :  Google Rombak Tampilan Play Store untuk Tablet dan Ponsel Lipat

Pada tahun 2006, Susan menyarankan Google untuk mengakuisisi YouTube dan Google pun akhirnya mengakuisisinya. YouTube menjadi salah satu tulang punggung pendapatan Google. Pada tahun 2014, dia pun dinobatkan sebagai CEO YouTube. Susan pun terus mengembangkan YouTube hingga memiliki layanan seperti YouTube TV, YouTube Music, dan YouTube Premium. Hal ini yang membuat Susan menjadi salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia teknologi.

Anne Wojcicki

gambar istimewa

Jika Susan menuai kesuksesan di YouTube, saudarinya, Anne Wojcicki, juga meraih kesuksesan di industri teknologi, spesifiknya di bidang bioteknologi. Anne adalah pendiri dari 23andMe, sebuah perusahaan bioteknologi yang menyediakan akses informasi genetik ke masyarakat.

Awal diciptakannya adalah karena Anne merasa bahwa sistem kesehatan malah memonetisasi penyakit, bukannya mendorong pencegahan ketika dia berinvestasi di sektor perawatan kesehatan di Wall Street. Karenanya, pada tahun 2006, Anne mendirikan perusahaan 23andMe.

23andMe menjadi satu-satunya perusahaan pengujian genetik yang mendapatkan izin edar dari Federasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) Amerika Serikat. Pada tahun 2020, dia masuk menjadi salah satu di antara 100 perempuan terkuat di dunia. Sebelumnya, di tahun 2013, dia menjadi Most Daring CEO menurut Fast Company.

Fei-Fei Li

gambar istimewa

Di kalangan industri Artificial Intelligence (AI), Fei-Fei Li adalah sosok yang dihormati. Dia mengabdikan diri di jalur pendidikan dan penelitian. Fei-Fei Li terkenal karena keahliannya di bidang AI. Keahliannya di bidang ini yang membuatnya mendapatkan reputasi yang baik, yang membuat banyak perusahana tertarik merekrutnya.

Banyak pencapaian Fei-Fei Li AI di bidang ini. Dia menjadi satu-satunya peneliti perempuan di Lab AI Universitas Stanford. Selain itu, dia mendirikan Human-Centered AI Institute di Universitas Stanford.

Baca Juga :  5 HP Termurah dengan Chipset Snapdragon 845 di Tahun 2022

Pada 2017, dia sempat menjadi Ketua Ilmuwan AI/ML (Artificial Intelligence/Machine Learning) di Google Cloud. Namun, pada tahun 2018 dia mengundurkan diri dari Google. Selain itu, Fei-Fei Li juga turut berkontribusi di bidang sosial dengan mendirikan organisasi non-profit yang bernama AI4ALL’s. Organisasi buatannya ini mempromosikan inklusivitas di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan, dan kebijakan AI. Pada tahun 2020, Twitter merekrutnya dan memasukkan menjadi direktur independen.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
8,000SubscribersSubscribe

Latest Articles