25 C
Jakarta
Sunday, February 5, 2023

Ramai Es Krim Mengandung Etilen Oksida, Apa Bahayanya?

Saat ini media massa sedang ramai memberitakan salah satu produk es krim populer yang ditarik peredarannya oleh BPOM. Di ketahui, produk es krim tersebut mengandung etilen Oksida. Melansir laman Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), etilen oksida adalah gas yang mudah terbakar dengan aroma yang sedikit wangi. Biasanya, etilen oksida digunakan dalam produksi untuk membuat etilen glikol, produk yang digunakan dalam antibeku dan poliester.

Apa Itu Etilen Oksida?

gambar istimewa

Etilen oksida adalah gas yang mudah terbakar yang mudah larut dalam air. Ini adalah bahan kimia buatan manusia yang digunakan terutama untuk membuat etilen glikol (bahan kimia yang digunakan untuk membuat anti beku dan poliester).

Lebih lanjut, penggunaannya dilarang dalam makanan karena senyawanya dapat membentuk kandungan karsinogen. Seperti yang telah diketahui, kandungan karsinogen berpotensi menyebabkan dan meningkatkan risiko kanker.

Etilen Oksida sebenarnya memiliki fungsi sebagai pengawet yang dapat menekan virus, bakteria, spora, dan jamur. Di samping itu, makanan dan udara yang mengandung EtO memiliki aroma yang lebih manis. Etilen Oksida juga digunakan untuk mensterilkan peralatan dan perlengkapan medis. Lalu apa efek samping etilen oksida jika dikonsumsi manusia?

Bahaya Etilen Oksida

gambar istimewa

Etilen Oksida juga sering digunakan dalam makanan seperti es krim, sereal, produk daging, produk susu fermentasi, dan keju. Padahal, mengonsumsi makanan yang mengandung etilen oksida bisa mendatangkan berbagai risiko kesehatan.

Oleh karena itu, makanan yang diketahui mengandung etilen oksida akan langsung ditarik peredarannya oleh lembaga yang berwenang.

Seringkali, penggunaannya dalam batas kecil dianggap tidak menimbulkan dampak yang signifikan. Padahal, melansir foodwatch, tidak ada level yang benar-benar aman terhadap paparan EtO, terlebih dalam jangka waktu yang panjang.

Baca Juga :  Manfaat Daun Suruhan Untuk Kecantikan

Temuan residu EtO dalam pangan merupakan emerging issue (isu baru) yang dimulai dengan notifikasi oleh EURASFF pada tahun 2020. Codex Allimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah WHO/FAO belum mengatur batas maksimal residu EtO sehingga pengaturannya di tiap negara beragam.

Efek mengonsumsi etilen oksida

gambar istimewa

Paparan etilen oksida dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, diare, kesulitan bernapas, kantuk, kelemahan, kelelahan, mata dan kulit terbakar, radang dingin, dan efek reproduksi. Ketika mencapai paru-paru, etilen okside akan berekasi dengan cairan di paru-paru dan menyebabkan kolaps paru, koma, kolaps kardiovaskular, dan kelumpuhan pada otot pernapasan.

Selain itu, paparan etilen oksida juga bisa meningkatkan risiko keguguran pada wanita. Pada pria, etilen okside juga bisa menurunkan berat testis dan konsentrasi sperma. Riset yang dipublikasikan oleh Environmental Protection Agency juga menunjukan bahwa etilen oksida bisa meningkatkan risiko kanker, terutama kanker limfoid dan kanker payudara.

Etilen oksida telah terbukti menyebabkan kanker limfoid dan tumor otak, paru-paru, jaringan ikat, rahim, dan kelenjar susu. Organisasi Kesehatan Dunia juga mengklasifikasikan etilen oksida sebagai agen penyebab kanker (karsinogen).

Otoritas Perlindungan Lingkungan AS juga menganggap etilen oksida sebagai kemungkinan zat penyebab kanker.

Selain efek samping yang telah disebutkan di atas, etilen oksida juga bisa menyebabkan berbagai efek samping seperti berikut:

  • diare
  • kelelahan
  • sakit kepala
  • kejang
  • mati rasa.

Produk yang ditarik adalah es krim rasa vanila merek Haagen-Dazs kemasan pint dan mini cup. Produk es krim dengan merek yang sama untuk kemasan 100 ml dan 473 ml yang diimpor dari Prancis terdaftar di Badan POM dan beredar di Indonesia,” demikian pernyataan tertulis BPOM yang diterima Merahputih.com, Rabu (20/7).

Baca Juga :  6 Tanda Anda Memiliki Batu Ginjal, Termasuk Sakit Punggung

Es krim merek Haagen-Dazs lainnya yang terdaftar di Badan POM tetap diperbolehkan beredar di Indonesia.

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles