32.2 C
Jakarta
Sunday, February 5, 2023

Mengenal Gejala Konversi, Respon Fisik Terhadap Trauma

Gangguan konversi adalah kondisi di mana seseorang mengalami gejala fisik sementara, seperti kebutaan atau kelumpuhan tanpa penyebab fisik. Para ahli memperkirakan bahwa gangguan konversi merupakan respon fisik terhadap trauma mental, fisik, atau psikologis. Dalam dunia medis, gangguan konversi juga disebut sebagai gangguan neurologis fungsional.

Gangguan konversi bisa dipicu oleh peristiwa stres, trauma emosiona atau fisik, perubahan fungsi otak pada tingkat struktural, seluler, atau metabolisme. Namun, gangguan konversi juga dapat terjadi bila tidak ada pemicu yang jelas.

Gejala konversi

gambar istimewa

Gejala gangguan konversi bervariasi pada setiap orang dan pada jenis gangguan saraf yang dimiliki seseorang. Gejalanya bisa ringan atau berat dan biasanya mempengaruhi kemampuan tubuh untuk berfungsi dengan benar. Gejala ganggunan konversi bisa berupa: kelumpuhan lengan atau kaki

  • kehilangan keseimbangan
  • kejang, terkadang dengan kesadaran terbatas
  • episode tidak responsif
  • kesulitan menelan
  • perasaan ada yang mengganjal di tenggorokan
  • getaran
  • kesulitan berjalan
  • bicara cadel atau kehilangan kemampuan berbicara
  • kesulitan mendengar atau kehilangan pendengaran
  • penglihatan ganda, penglihatan kabur, atau episode kebutaan
  • mati rasa atau hilangnya sensasi sentuhan.

Diagnosis

gambar istimewa

Seorang dokter akan mendiagnosis gangguan konversi menggunakan kriteria yang ditentukan oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) terbaru. Kriteria ini meliputi:

  • kehilangan kontrol gerakan atau gejala sensorik
  • gejala yang terjadi setelah peristiwa traumatis atau stres
  • gejala yang tampaknya tidak memiliki penyebab medis atau fisik yang mendasarinya
  • gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang

Seorang dokter mungkin juga menyarankan beberapa tes lain untuk menyingkirkan kondisi medis lainnya. Tes ini meliputi:

  • computed tomography (CT) scan
  • sinar X
  • electroencephalograms (EEG), yang merekam aktivitas otak dan dapat membantu menyingkirkan penyebab neurologis kejang
  • tekanan darah dan tes refleks.
Baca Juga :  Kenali Apa itu Trauma dan Cara Mengatasinya

Setelah didiagnosis, ada berbagai cara untuk mengobati gangguan konversi.

Cara mengatasi

gambar istimewa

Siapa pun yang mengalami gejala gangguan konversi harus mencari perhatian medis segera, karena gejalanya mungkin disebabkan oleh kondisi medis yang mendasarinya. Pengobatan lini pertama adalah mencoba mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya. Setelah seseorang mengetahui apa penyebabnya, mereka dapat bekerja pada mekanisme koping dan solusi lain untuk menghilangkan stres dan trauma emosional sebanyak mungkin. Perawatan yang disarankan untuk gangguan konversi mungkin termasuk:

terapi perilaku kognitif (CBT)

Terapi perilaku dan kognitif alias terapi CBT membantu pasien menyadari perilaku positif dan negatif dan melatih pasien untuk menghadapi kejadian yang menjadi trauma.

hipnoterapi

Hipnoterapi adalah proses penanaman sugesti ke dalam pikiran bawah sadar seseorang, dengan cara menghipnotis alias memusatkan pikiran Anda secara penuh. Anda akan menerima saran-saran atau sugesti yang berkaitan dengan gejala dan cara mengatasi gangguan ini selama hipnoterapi.

Pasien biasanya akan diberikan obat-obatan yang juga digunakan untuk penyakit depresi, gangguan kecemasan, dan insomnia. Pasein wajib melakukan perawatan secara rutin untuk memantau pemulihan dan mengetahui kesesuaian pengobatan yang dilakukan.

teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga

Meditasi adalah salah satu bentuk latihan untuk memusatkan dan menjernihkan pikiran, sehingga Anda bisa merasa lebih tenang, nyaman, dan produktif. Praktik ini umumnya dilakukan dengan cara duduk tenang, memejamkan mata, dan mengatur pernapasan perlahan-lahan dan teratur, setidaknya selama 10–20 menit.

terapi fisik

Mengatasi adanya gangguan pada sistem gerak, kelumpuhan, kelemahan otot, atau mobilitas. Peningkatan bertahap dalam olahraga dapat meningkatkan kemampuan fisik pasien.

mencari dukungan tambahan dari teman, keluarga, dan komunitas.

Dukungan keluarga, teman, atau komunitas dapat meningkatkan kesehatan fisik, manajemen, reaksi stres, produktivitas, dan kesejahteraan psikologis dan kemampuan penyesuaian diri.

Baca Juga :  Pemeriksaan Kesehatan yang Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles