25.8 C
Jakarta
Saturday, January 28, 2023

Perbedaan Anemia Dan Darah Rendah Beserta Penjelasannya

Mungkin kamu familiar dengan istilah anemia dan darah rendah. Mungkin juga kamu mengira bahwa kedua penyakit ini sama. Meskipun gejala dari kedua penyakit ini mirip, namun mereka memiliki arti yang berbeda. Apa perbedaannya?

Anemia atau kurang darah adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh perempuan. Gejala anemia memiliki kemiripan dengan gejala tekanan darah rendah (hipotensi), yaitu rasa lelah dan pusing.

Itulah sebabnya, banyak orang yang mengira bahwa anemia dan darah rendah itu adalah penyakit yang sama. Padahal, kondisi ini jauh berbeda. Agar kamu dapat melakukan penanganan yang tepat, ketahui perbedaan anemia dan darah rendah.

Anemia

kurang sel darah merah

Anemia adalah suatu kondisi yang mana seseorang tidak punya sel darah merah sehat yang cukup untuk membawa kebutuhan oksigen di tiap jaringan dan organ, kondisi ini biasanya diawali dengan rasa mudah lelah. Karena volume darahnya kurang bisa menyebabkan masalah kesehatan karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh.

penyakit ini terjadi ketika kadar hemoglobin (zat merah darah) dalam tubuh seseorang berada di bawah kisaran normal. Itulah sebabnya anemia sering disebut juga dengan kurang darah. Kadar normal hemoglobin berbeda-beda pada tiap orang, sebab tergantung usia dan jenis kelaminnya. Pada wanita dewasa, kadar normal hemoglobin adalah 12–16 gram per desiliter (gr/dl), sedangkan pada pria dewasa adalah 13,5–18 gram per desiliter.

Seseorang bisa mengalami anemia karena berbagai macam hal, seperti produksi darah yang rendah akibat perdarahan, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, ataupun karena adanya penyakit kronis misalnya kanker.

Biasanya para wanita, terutama wanita hamil dan menyusui adalah kelompok orang yang berisiko tinggi mengalami anemia. Itulah mengapa ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan berzat besi tinggi agar pertumbuhan bayi di dalam kandungannya dapat berlangsung optimal.

Baca Juga :  Sehatkah Menggoreng dengan Air Fryer?

Gejala Anemia cukup mirip dengan hipotensi, karena kekurangan darah memang bisa turut memengaruhi tekanan darah seseorang menjadi rendah. Gejala anemia bervariasi, diantaranya:

  • Kelelahan;
  • Muka pucat;
  • Jantung berdetak cepat, tapi tak beraturan;
  • Sesak napas;
  • Nyeri dada;
  • Pusing;
  • Gangguan kognitif;
  • Tangan terasa dingin, begitu pula dengan kaki;
  • Sakit kepala.

Tidak hanya gejalanya saja yang mirip, kedua masalah kesehatan tersebut bisa terjadi secara bersamaan, walaupun bisa juga tidak. Sedangkan masalah kesehatan lain, yang kadang-kadang juga terjadi pada wanita adalah hipotensi atau tekanan darah rendah. Masyarakat awam sering menyebutnya dengan istilah darah rendah.

Hipotensi

hipotensi

Penyebab tekanan darah rendah bisa akibat dehidrasi hingga gangguan pada sinyal otak yang mengatur tentang pemompaan darah. Tekanan darah rendah bisa menyebabkan gejala pusing hingga pingsan yang memicu kerusakan jantung, endokrin atau gangguan saraf.

Gejala yang timbul dari hipotensi adalah tubuh merasa pusing bahkan hingga terasa ingin pingsan, kurangnya konsentrasi, penglihatan kabur, mual, tubuh merasa dingin, kulit pucat, napas pendek dan cepat, kelelahan, depresi dan timbulnya rasa haus.

Hipotensi terjadi ketika tekanan darah hanya 90 mmHg/60 mmHg atau kurang. Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya merasa pusing dan sempoyongan, terutama saat melakukan perubahan posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya, tiba-tiba berdiri dari posisi tidur. Kondisi ini disebut juga hipotensi ortostatik.

Hipotensi lebih sering dialami oleh wanita daripada pria, akibat perdarahan yang tidak bisa dihindari oleh wanita, seperti menstruasi atau melahirkan. Selain itu, hipotensi bisa disebabkan karena kehilangan cairan akibat muntah-muntah hebat dan diare serta perdarahan, baik melalui saluran cerna maupun saluran bawah yang terjadi secara tiba-tiba.

Obat-obatan tertentu juga bisa memengaruhi tekanan darah menjadi rendah, antara lain obat anti darah tinggi, obat penenang atau obat diuresis (yang biasanya digunakan untuk merangsang buang air kecil).

Baca Juga :  Berbagai Olahraga Mengecilkan Paha Sederhana di Rumah

Nah, itulah perbedaan anemia dan darah rendah yang perlu kamu pahami. Jika kamu mengalami salah satu dari gangguan darah di atas segera periksakan kesehatan anda kedokter

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles